Kumparan Logo

Luhut Disebut dalam Pusaran Bisnis Tes PCR, Juru Bicara Beri Klarifikasi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, disebut-sebut ada dalam pusaran bisnis tes PCR.

Keterlibatan Luhut dalam pengadaan alat tes COVID-19 itu, disebut melalui Toba Bumi Energi, anak perusahaan Toba Bara Sejahtera, serta PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Juru Bicara Kemenko Marves Jodi Mahardi angkat bicara terkait isu yang beredar tersebut. Jodi menjelaskan saham yang dimiliki Luhut dalam Toba Bara Sejahtra sudah sangat kecil.

"Di bawah 10 persen, jadi Pak Luhut tidak memiliki kontrol mayoritas di TBS," jelas Jodi dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (2/11).

Sementara terkait GSI, Jodi menjelaskan kronologis bahwa Luhut diajak oleh grup Adaro, Indika, hingga Northstar. Perusahaan tersebut digadang sebagai inisiatif membantu penyediaan tes COVID-19 dengan kapasitas besar.

Total ada 9 pemegang saham dalam perusahaan yang diniatkan mengatasi masalah keterbatasan tes saat masa awal-awal pandemi.

"Jadi GSI tujuannya bukan mencari profit bagi para pemegang saham. Sesuai namanya memang ini adalah kewirausahaan sosial," tuturnya.

Jodi menegaskan, tidak ada pembagian keuntungan hingga saat ini. Bahkan perusahaan yang diikuti Luhut itu memberikan tes swab secara gratis kepada masyarakat hingga lebih dari 60 ribu tes.

"Partisipasi Pak Luhut di GSI adalah bagian dari usaha untuk penanganan pandemi pada masa awal dulu. Jadi tidak ada maksud bisnis dalam partisipasi Toba Sejahtera di GSI," tuturnya.

"Apalagi Pak Luhut sendiri selalu menyuarakan agar harga tes PCR ini bisa terus diturunkan, sehingga menjadi semakin terjangkau bagi masyarakat," sambung Jodi Mahardi.