Kumparan Logo

Luhut Dorong Hilirisasi Kemenyan untuk Genjot Ekspor Industri Parfum dan Farmasi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bersiap mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bersiap mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong agar Indonesia melirik hilirisasi kemenyan. Tujuannya untuk mensejahterakan petani lokal, tepatnya di Sumatra Utara (Sumut).

Mengutip laman Instagram pribadinya, Luhut menyayangkan fokus hilirisasi selama ini hanya fokus pada sektor tambang. Padahal ada banyak sektor lain yang memiliki potensi ekonomi yang besar.

“Selama ini, fokus kita tertuju pada nikel dan timah, tetapi ada satu komoditas yang sering luput dari perhatian, padahal nilainya besar dan dampaknya nyata bagi masyarakat: kemenyan,” tulis Luhut dalam laman Instagramnya, Senin (26/5).

Sumut dipilih sebab Luhut melihat kemenyan alami dari Sumut termasuk yang terbaik di dunia dan sudah di ekspor ke banyak negara baik di Asia maupun Eropa.

Resin dari pohon kemenyan dengan nama latin Styrax Benzoin ini menurut dia juga dibutuhkan di industri parfum, aromaterapi, makanan, hingga farmasi.

Namun Luhut menyayangkan, kemenyan yang terbilang kaya akan manfaat itu masih belum bisa mensejahterakan petani. Sebab harga kemenyan di tingkat petani masih rendah.

“Padahal, ekspor kemenyan kita pada 2024 mencapai 43 ribu ton dengan nilai lebih dari USD 52 juta. Sekitar 30 persen masyarakat di Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan bergantung hidup dari komoditas ini,” jelasnya.

Ilustrasi parfum aroma floral. Foto: Shutterstock

Sehingga, DEN berencana untuk memulai pengembangan hilirisasi kemenyan berbasis komunitas, dengan teknologi sederhana seperti distilasi uap untuk menghasilkan minyak kemenyan, resin terstandar, hingga bioaktif siap ekspor.

Luhut memastikan hilirisasi kemenyan ini tidak membutuhkan pabrik besar, tetapi kemauan memberi nilai tambah di tempat kemenyan itu tumbuh.

Meski demikian menurut dia DEN tidak bisa sendirian merealisasikan rencana ini. Perlu kerja sama yang terintegrasi dari lintas kementerian, pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Mengutip laman Instagram DEN, untuk rencana hilirisasi kemenyan ini Luhut menggelar pertemuan dengan sederet pejabat seperti Menteri Kemengena Raja Juli Antoni, perwakilan dari Badan Pengelola Kawasan Hutan, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, Bupati Humbang Hasundutan Oloan P Nababan juga perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Dalam pertemuan tersebut, ada juga pembahasan mengenai peta digital sebaran lahan dan pohon kemenyan yang akan disiapkan oleh Kementerian Kehutanan.

Tujuannya untuk memastikan setiap langkah pembangunan dilakukan berbasis data yang akurat dan kebutuhan di lapangan.

“Saat ini, kami tengah menyiapkan peta digital sebaran lahan dan pohon kemenyan untuk memastikan setiap langkah pembangunan dilakukan berbasis data dan kebutuhan di lapangan,” tuturnya.

instagram embed