kumparan
25 Jun 2018 21:14 WIB

Luhut Dorong Pengembangan Kawasan Industri Bekasi-Karawang-Purwakarta

Ilustrasi Kawasan Industri (Foto: Toru Hanai/Reuters )
Tahap pengkajian kawasan industri Bekasi-Karawang-Purwakarta (Bekapur) akan memasuki tahap finalisasi. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kawasan tersebut nantinya akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan diharapkan mempunyai konektivitas untuk penunjang industri lebih baik.
ADVERTISEMENT
“Tadi juga disepakati Patimban karena Karawang-Bekasi-Purwakarta itu akan dibawa ke ratas menjadi finalisasi. Kawasan ekonomi industri terpadu sehingga semua industri yang ada di sana akan keluar dari Patimban, bukan dari Priok,” ungkap Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (26/6).
Selain mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok, diharapkan kawasan tersebut juga akan mengurangi beban Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang berada di Cengkareng. Luhut menilai kawasan Bekapur akan lebih mudah diakses melalui Bandara Kertajati. Secara umum hal tersebut diharapkan akan mengurangi kepadatan yang terkonsentrasi di Jakarta.
“Orang juga akan menggunakan Kertajati kalau mau ke situ. Enggak perlu ke Cengkareng dan traffic di Jakarta akan berkurang juga. Akan mengurangi kepadatan di Jakarta,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Luhut menjelaskan keberadaan Pelabuhan Patimban tidak hanya mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok. Namun juga akan bersaing dengan Pelabuhan Bojonegara di Banten. Sehingga jika ketiga pelabuhan ini beroperasi imbas yang diharapkan adalah dwelling time dan biaya logistik dapat ditekan.
“Nah Patimban nanti akan bersaing dengan Priok dan juga Bojonegara yaitu Pelabuhan Banten. Nanti semua industri di Banten akan ke Bojonegara, enggak perlu lagi ke Jakarta dan traffic kurang lagi. Ketiga ini akan bersaing maka cost akan turun, dwelling time akan turun. Everybody akan happy,” tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan