Luhut: Ekosistem Baterai Lithium RI Tidak Kalah dari Vietnam dan Thailand

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan Indonesia tak boleh kalah dengan Thailand dan Vietnam mengenai ekosistem baterai lithium. Ia membandingkan Indonesia memiliki persediaan bahan baku daripada dua negara tersebut.
"Kita sudah sangat maju, tidak boleh Thailand ataupun Vietnam menang dari kita, karena mereka tidak punya raw material, (sedangkan) kita punya," ujar Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi di Hotel RItz-Carlton Jakarta, Rabu (30/11).
Luhut mengatakan, Indonesia kadang-kadang masih kalah soal kebijakan dibandingkan negara tersebut. Oleh karena itu, ia berdiskusi dengan Presiden Jokowi dan Menkeu Sri Mulyani.
"Kami nanti hari Kamis akan berbicara mengenai ini, dan juga Menteri ESDM untuk menyelesaikan dengan Menteri Investasi biar tuntas. Realisasi investasi harus difokuskan pada percepatan pemberian izin agar pipeline investasi yang ada bisa terwujudkan," katanya.
Luhut memastikan pemerintah telah memetakan target investasi untuk pembentukan ekosistem baterai lithium. Apabila target investasi tidak terealisasi, maka akan menghambat seluruh ekosistem baterai lithium.
"Tadi ada satu pabrik mobil terkenal dunia, tadi kita bicara tadi pagi. Mereka ingin membangun pabriknya di sini, saya sudah lapor Pak Presiden, hari Kamis kita bicara," imbuhnya.
Luhut memprediksi ekspor besi baja dan bahan baku baterai Indonesia ke dunia bisa menembus USD 23,26 miliar per dolar pada tahun 2022. Dia optimistis ekonomi Indonesia sepanjang sejarah belum pernah sekuat pada saat ini.
"Bukan hanya harga komoditas, karena industri kita sudah berkembang, yang dulunya kita ekspor, sekarang sudah masuk area ini (hilirisasi)," tutur Luhut.
Apabila tidak ada nilai ekspor besi baja dan bahan baku baterai, lanjut Luhut, maka ekonomi Indonesia bisa merosot. Pasalnya, hilirisasi produksi belum dijalankan seiring harga komoditas yang menurun.
"Membangun ekosistem supply chain baterai lithium dengan berbagai mineral, dan kita impor sebagian. Sekarang kita bikin produksi lithium, pabriknya di Morowali," tambahnya.
