Kumparan Logo

Luhut Ingatkan Menteri Tingkatkan Sinergi Jelang Akhir Pemerintahan Jokowi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di acara Halal bihalal di Lingkungan Kementerian Maritim dan Investasi, Selasa (2/5/2023). Foto: Dok. Kemenko Marves
zoom-in-whitePerbesar
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di acara Halal bihalal di Lingkungan Kementerian Maritim dan Investasi, Selasa (2/5/2023). Foto: Dok. Kemenko Marves

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan para menteri dan pegawai Kemenko Marves agar terus meningkatkan koordinasi dan sinergi di akhir masa pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Hal tersebut diungkapkannya saat membuka Halalbihalal Idul Fitri 1444 H lingkup Kemenko Marves, Selasa (2/5). Selain pegawai dan pejabat Kemenko Marves, agenda tersebut juga dihadiri oleh beberapa menteri kabinet.

Sebelum sambutan Luhut, acara didahului dengan ceramah oleh Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Ustaz Munajat, yang menjelaskan kunci kebahagiaan yakni saling menolong dan bekerja sama.

“Seperti kata Ustaz Munajat tadi, saya kira satu hal yang perlu kita renungkan semua bahwa kebahagiaan itu menjadi kunci dari mana kita berbagi kepada orang lain dan bagaimana saling bekerja sama sesama manusia,” kata Luhut melalui keterangan resmi, Selasa (2/5).

“Oleh sebab itu, mari kita tingkatkan koordinasi dan sinergi dengan dan antar-kementerian/lembaga, demikian juga di lingkup internal kita Kemenko Marves,” tambahnya.

embed from external kumparan

Luhut menuturkan, pemerintah dihadapkan banyak tantangan, termasuk tantangan global yang akan memengaruhi pencapaian target pembangunan di bidang kemaritiman dan investasi. Oleh sebab itu, menurut dia, dibutuhkan sinergi dan kerja sama untuk menghadapinya.

“Tanpa terasa kita sebentar lagi akan memasuki periode terakhir pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Tentunya, sebagai bagian dari pemerintahan tersebut, kita harus menunjukkan kinerja maksimal yang kita capai dalam periode pemerintahan beliau. Hal ini sebagai bentuk pelaksanaan atas amanat dan kepercayaan yang diberikan,” ujar dia.

Dia memaparkan, Kemenko Marves mendapatkan amanat untuk mengawal 6 klaster pembangunan nasional, mulai dari Indikator Kinerja Utama Nasional, Janji Presiden, Major Project, Proyek Strategis Nasional, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta Directive Presiden.

Pelaksanaan tugas-tugas tersebut, lanjut Luhut, tentu memerlukan koordinasi dan sinkronisasi serta pengendalian terhadap seluruh sektor di bidang kemaritiman dan investasi yang optimal.

“Melalui koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian yang kita laksanakan, sumbatan-sumbatan (bottleneck) dalam pembangunan kemaritiman dan investasi pasti akan dapat terselesaikan,” sambung Luhut.

Adapun pada awal Ramadhan lalu, Kemenko Marves telah menyerahkan Buku Pokok-Pokok Pemikiran Pembangunan Visi Kemaritiman 2045 kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas, yang akan dituangkan menjadi dokumen UU Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2025-2045.

“Proses dan penyusunan dokumen ini perlu terus kita kawal dan berikan perhatian dalam perjalanannya. Semoga di masa depan bangsa kita dapat mewujudkan visi maritimnya menjadi negara Indonesia sebagai Pusat Peradaban Maritim Dunia,” kata Luhut.

Tak hanya itu, Luhut juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya berbagai program Ramadhan dan Idul Fitri Kemenko Marves, seperti bazaar, tausiah dan santunan anak yatim, hingga mudik gratis dengan rute Jakarta-Solo, Jakarta-Yogya, Jakarta- Surabaya dan Jakarta-Palembang.

“Secara khusus, ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Menteri Perhubungan yang telah menyediakan enam armada bus untuk memfasilitasi mudik bersama para pegawai dan keluarganya pada tahun ini," pungkasnya.