Kumparan Logo

Luhut Izinkan Perusahaan Beroperasi 100 Persen, Uji Coba ke 390 Ribu Karyawan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Ketua Kadin Arsjad Rasjid, Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin, dan Kepala BNPB Ganip Warsito usai meninjau Vaksin Kemerdekaan di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu, (14/8/2021). Foto: Dok. Kadin
zoom-in-whitePerbesar
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Ketua Kadin Arsjad Rasjid, Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin, dan Kepala BNPB Ganip Warsito usai meninjau Vaksin Kemerdekaan di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu, (14/8/2021). Foto: Dok. Kadin

Pemerintah akan mengizinkan perusahaan yang berorientasi ekspor dan domestik untuk beroperasi 100 persen. Uji coba ini akan dilakukan terhadap lebih dari 390 ribu karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut.

Menko Maritim dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan uji coba 100 persen perusahaan yang beroperasi itu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal itu disampaikan Luhut dalam pengumuman perpanjangan PPKM Level 4 hingga 23 Agustus 2021.

"Total karyawan yang akan ikuti uji coba ini lebih dari 390 ribu orang, industri tersebut akan diizinkan operasikan 100 persen, minimal 2 shift," katanya dalam pengumuman perpanjangan PPKM Level 4 secara daring, Senin (16/8)." katanya dalam pengumuman perpanjangan PPKM Level 4 secara daring, Senin (16/8).

Sejumlah pekerja pabrik berjalan di luar area pabrik saat jam istirahat di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Aturan ini, kata Luhut, akan dilaksanakan secara teknis oleh Kementerian Perindustrian. Adapun perusahaan yang diperbolehkan beroperasi 100 persen dalam masa uji coba ini wajib mematuhi aturan pemerintah.

"Jadi, penerapannya, wajib gunakan aplikasi pedulilindungi.id dan untuk skrining karyawan dan non karyawan yang masuk ke lokasi pabrik," kata Luhut.