Kumparan Logo

Luhut Jajaki Kerja Sama RI-China di Sektor Pendidikan dan Ekspor Durian

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan keterangan pers saat kegiatan media briefing di Nusa Dua, Badung, Jumat (22/12/2023). Foto: Fikri Yusuf/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan keterangan pers saat kegiatan media briefing di Nusa Dua, Badung, Jumat (22/12/2023). Foto: Fikri Yusuf/Antara Foto

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia sedang menjajaki kerja sama dengan China di beberapa sektor, salah satunya adalah pendidikan. Luhut mengatakan dirinya dua pekan lalu berkunjung ke China untuk membahas kemungkinan kerja sama tersebut.

"Yang paling menarik dan menjadi perhatian utama saya adalah rencana kerja sama pendidikan dengan universitas-universitas terbaik di Tiongkok seperti Tsinghua dan Fudan," kata Luhut dalam postingan akun IG pribadinya, dikutip Rabu (26/6).

Menurut Luhut, China adalah negara yang tepat dijadikan mitra kerja sama untuk pengembangan SDM. Di sana, pendanaan riset yang digelontorkan China merupakan yang terbesar kedua dunia, bernilai USD 551,1 miliar.

"Saya mengajukan penawaran kepada mereka agar menerima lulusan terbaik dari pelajar-pelajar Indonesia, untuk melakukan studi Undergraduate maupun Graduate program di sana. Setelah lulus, mereka juga bisa mengikuti program pelatihan kerja di perusahaan-perusahaan di Tiongkok sebelum kembali ke Indonesia," kata Luhut.

Luhut dapat gelar honorary profesor dari Tsinghua University. Foto: Dok Instagram @luhut.pandjaitan

Selain kerja sama di sektor pendidikan, Luhut juga membuka peluang kerja sama perdagangan Indonesia-China. Indonesia berpeluang mengekspor durian ke sana. Luhut melihat peluang ini cukup besar, apalagi pasar di China ditaksir mencapai USD 7-8 miliar.

"Bisa dibayangkan bila satu kabupaten di Indonesia, katakan lah hanya berpenduduk 80 ribu hingga 100 ribu jiwa, bisa mengekspor USD 100 juta durian ke Tiongkok per tahun. Kabupaten tersebut bisa mendapat pemasukan sebesar Rp 1,5 triliun. Tentu akan memberikan manfaat perekonomian yang signifikan di suatu daerah," kata Luhut.

Selain itu, Luhut juga membahas beberapa kerja sama di bidang energi hijau, peningkatan kualitas alat-alat dan fasilitas kesehatan dalam negeri, serta Investasi perusahaan tekstil berskala besar.

"Saya berharap intensitas pembicaraan tingkat tinggi yang diikuti dengan kerja sama yang terus diperdalam di beberapa sektor, dapat membawa kemajuan bukan hanya bagi Indonesia dan Tiongkok. Melainkan juga berdampak kepada masa depan negara-negara berkembang lainnya dalam membangun komunitas untuk masa depan bersama," kata Luhut.

instagram embed