Luhut Jawab Kritik Ekonom Soal PNS Work From Bali: Dia Tinggal di Sangkar Melulu

1 Juni 2021 15:26 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 secara virtual, Senin (14/12). Foto: Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi
zoom-in-whitePerbesar
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 secara virtual, Senin (14/12). Foto: Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi
ADVERTISEMENT
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjawab kritik dari para ekonom terkait rencana memboyong PNS/ ASN dari 7 kementerian di bawah koordinasinya untuk bekerja dari destinasi wisata atau work from Bali. Wacana ini muncul karena pertumbuhan ekonomi di Bali minus 9,85 persen pada kuartal I 2021. Kontraksi ekonomi ini, lanjut Luhut, harus dibantu dengan stimulus. Salah satunya memboyong PNS untuk work from Bali.
ADVERTISEMENT
"Kontraksi ekonomi di sana 9,85 persen. Nolong pakai? Work from Bali itu seperti stimulus atau bansos lah dalam bentuk lain. Sehingga hotel jalan, karyawan kerja dan sebagainya. Itu akan (perekonomian) naik," kata Luhut seusai acara HUT ke-20 Yayasan Del di Gedung Sopo Del, Jakarta Selatan, Senin (31/5).
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan hadiri peringatan Hut ke-20 Yayasan DEL. Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan
Ia juga tak habis pikir dengan para ekonom yang mengkritik rencana work from Bali. Baginya, para ekonom seharusnya sudah paham kalau merujuk pada data.
"Orang-orang enggak ngerti. Para ekonom itu ya, mungkin dia (hidup) sangkar melulu dia," sambungnya.
Luhut mempersilakan bila kementerian/ lembaga lain melakukan skema bekerja dari tempat wisata selain Bali. Namun, Bali lebih dipilih karena kontraksi ekonomi paling parah selama pandemi COVID-19. Kemudian, tingkat vaksinasi di Bali sudah mencapai 1,2 juta penduduk dan ditargetkan 2 juta penduduk sudah divaksin pada Juli 2021. Sehingga Luhut menargetkan, herd immunity akan segera terjadi di Bali.
ADVERTISEMENT
"Boleh aja. Yang paling jelek kan ekonomi di Bali. Tempat (daerah) smelter malah ekonominya positif," sebutnya.