Luhut Jelaskan Alasan Masyarakat Dilarang Mudik

Pemerintah resmi melarang masyarakat mudik pada lebaran tahun ini. Salah satu alasan Presiden Jokowi melarang mudik yaitu mengacu pada survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Dalam survei tersebut dihasilkan mayoritas masyarakat enggan melakukan mudik atau sebanyak 68 persen. Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, salah satu alasan pemerintah melarang mudik lebaran lantaran Jakarta merupakan pusat penularan COVID-19.
“Masalahnya sekarang Jakarta pusat infected (COVID-19), kita enggak tahu berapa angkanya, bisa saja angka lebih dari situ,” jelasnya, Rabu (22/4).
Namun, Luhut mengatakan, saat ini pemerintah telah menerapkan berbagai upaya untuk mencegah penularan COVID-19. Salah satunya dengan menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Luhut menekankan supaya masyarakat juga disiplin dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Sebab, keberhasilan pencegahan COVID-19 ini juga harus dibantu dengan kedisiplinan masyarakat.
Sebelumnya, Presiden Jokowi akhirnya melarang mudik bagi seluruh warga Indonesia demi menekan penyebaran virus corona. Keputusan ini disampaikan Jokowi saat membuka ratas soal antisipasi mudik, Selasa (21/4).
"Pada hari ini saya sampaikan bahwa mudik semuanya akan kita larang. Oleh karena itu saya minta persiapan yang berkaitan dengan ini mulai disiapkan," ujar Jokowi saat membuka ratas online.
Jokowi menjelaskan, keputusan melarang mudik ini diambil berdasarkan survei Kemenhub. Menurut survei tersebut, masih ada 24 persen warga Indonesia yang akan tetap mudik.
"Dari hasil survei Kemenhub yang tidak mudik 68 persen, yang tetap mudik 24 persen, yang sudah mudik 7 persen. Artinya masih ada angka yang sangat besar yaitu 24 persen tadi," jelas Jokowi.
Pertimbangan lain, Bansos sudah mulai didistribusikan. Sehingga, harusnya insentif ini dapat mencegah masyarakat untuk mudik demi menekan penyebaran virus corona.
"Minggu ini Bansos tunai sudah dikerjakan, dari sinilah kemudian saya ingin mengambil sebuah keputusan," ujar Jokowi.
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
