Kumparan Logo

Luhut ke Prabowo Soal Penurunan Tarif Listrik: Enggak Sesederhana Itu

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan (kedua dari kanan) dalam acara Coffee Morning di kantornya, Jakarta. Foto: Dok Ema Fitriyani
zoom-in-whitePerbesar
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan (kedua dari kanan) dalam acara Coffee Morning di kantornya, Jakarta. Foto: Dok Ema Fitriyani

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi rencana calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang ingin menurunkan tarif listrik jika menang dalam Pemilihan Presiden 2019.

Menurut Luhut, tidak semudah itu untuk menurunkan tarif listrik. Mesti ada hitungan yang jelas.

"Saya bilang tadi, sekarang kalau mau nurunin harganya, mesti lihat keseimbangannya semua. Saya (Prabowo) mau turunin, bagaimana harga produksinya? Enggak bisa sesederhana itu. Jadi (jangan) main harga listrik turunin," kata dia dalam acara Coffee Morning di kantornya, Jakarta, Senin (8/4).

Luhut Binsar Panjaitan usai Rapat Kendaraan Listrik di DPR RI. Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Kata Luhut, saat ini sumber listrik tidak semuanya bergantung pada PT PLN (Persero). Ada sumber-sumber energi alternatif di setiap daerah. Salah satunya adalah penggunaan panel surya.

"Kami sekarang bikin lampu panel, itu bantu peran daerah juga, bisa kurangi harga listrik juga, jadi dia tidak perlu beli dari sana (PLN)," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo berjanji bakal menurunkan tarif listrik jika terpilih menjadi Presiden RI. Hal itu disampaikan dirinya dalam kampanye akbar di GBK, Senayan, Jakarta pada Minggu (7/4).

Katanya, dia membutuhkan waktu 1,5 tahun untuk merealisasikannya. Keinginan Prabowo itu berdasarkan hitungan Rizal Ramli yang menilai saat ini tarif listrik masih tinggi lantaran ada pihak yang ingin kejar setoran dari tarif listrik saat ini.

embed from external kumparan