Kumparan Logo

Luhut Pastikan Tidak Ada Impor KRL Bekas

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah penumpang turun dari gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuterline Jabodetabek di Stasiun KA Jakarta Kota, Jakarta, Senin (24/4/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah penumpang turun dari gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuterline Jabodetabek di Stasiun KA Jakarta Kota, Jakarta, Senin (24/4/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan tidak ada impor KRL bekas.

Rencana impor KRL bekas dari Jepang sudah jadi polemik cukup lama. Terlebih setelah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengeluarkan hasil audit dan tidak merekomendasikan untuk dilakukannya impor.

"Ya udah, tidak ada impor (KRL bekas)," ujar Luhut di Stasiun Halim usai menjajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kamis (22/6).

Menurut Luhut, rencana impor KRL tersebut melanggar tiga aturan. Mulai dari Peraturan Presiden, Kemenperin, hingga Kementerian Perhubungan.

embed from external kumparan

"Rapat kemarin saya minta sebelumnya 4 hari lalu untuk mengambil langkah-langkah apa yang dilakukan agar tidak mengganggu angkutan kereta api," ujar Luhut.

Luhut juga menyebut tidak ada masalah terhadap kebutuhan rangkaian KRL dengan keputusan tidak impor ini. Pemerintah nantinya berencana mengimpor 3 rangkaian baru untuk memenuhi kebutuhan KRL.

"Tidak ada masalah sudah kita hitung semua kita exercise ada jago-jagonya di sana, ahlinya mereka menjelaskan kendala-kendala bisa diselesaikan tapi kita akan mengimpor 3 saja yang baru untuk menutupi tapi itu butuh 1-2 tahun. Jadi kritisnya itu hanya tahun depan sampai tahun 2025," tutur Luhut.