Luhut Pede Industri Tekstil Akan Tambah 67 Ribu Pekerjaan Baru di Akhir 2025

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan tak memungkiri badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) memang banyak terjadi, utamanya di industri tekstil. Namun, dia optimistis hingga akhir 2025 terdapat 67.870 lapangan pekerjaan baru di industri tekstil.
Hingga 20 Mei 2025, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah PHK di Indonesia mencapai 26.455 kasus dari berbagai segmen industri.
“PHK memang terjadi besar-besaran tapi kami prediksi nanti akan ada 67 ribu pekerjaan baru yang nanti juga akan tersedia sebelum akhir tahun,” kata Luhut dalam International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Selatan pada Rabu (11/6).
Dalam paparannya, Luhut mengungkap puluhan ribu lapangan pekerjaan baru tersebut akan berasal dari sektor padat karya, termasuk tekstil. Hal ini karena terdapat dua perusahaan tekstil global yang akan memindahkan pabriknya dari seluruh dunia ke Indonesia tepatnya di Pulau Jawa.
Lebih lanjut, sebanyak 67.870 lapangan pekerjaan baru tersebut akan tersebar di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Serang, Banten akan terdapat 2 pabrik dengan 1.520 lapangan pekerjaan. Selain itu di Jawa Barat tepatnya di Cirebon, Majalengka, Subang, Purwakarta, Cimahi dan Bekasi akan ada 11 pabrik dengan 5.469 lapangan pekerjaan.
Untuk Jawa Tengah tepatnya di Brebes, Boyolali, Demak, Slawi, Batang, Kedungkelor dan Pekalongan ada 10 pabrik dengan 60.481 lapangan pekerjaan. Sementara di Jawa Timur akan ada 1 pabrik di Pleret dengan 400 lapangan pekerjaan.
Meski demikian, Luhut belum menyebutkan dua perusahaan tekstil global yang akan memindahkan pabriknya ke Indonesia tersebut.
Terkait angka PHK per daerah, sebelumnya Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial (Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengatakan Jawa Tengah masih menjadi provinsi dengan kasus PHK terbanyak dan industri pengolahan sebagai sektor dengan kasus PHK terbanyak.
“(Kasus PHK) 26.455 (per) 20 Mei tadi pagi, Jawa Tengah tertinggi, nomor dua Jakarta, nomor tiga Riau, sektornya pengolahan, perdagangan besar eceran, dan jasa,” kata Indah di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Selasa (20/5).
Indah tidak menampik, kasus PHK sepanjang Januari hingga 20 Mei 2025 ini lebih tinggi dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun dia tidak menjelaskan persentase peningkatan angka PHK tersebut.
Secara rinci, Indah menjelaskan sepanjang Januari hingga 20 Mei 2025, ada sebanyak 10.695 kasus PHK di Jawa Tengah, Jakarta 6.279, Riau 3.570.
