Kumparan Logo

Luhut: Pemerintah Bagikan 300 Ribu Paket Obat untuk 210 Ribu Pasien

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Fanny Kusumawardhani
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Fanny Kusumawardhani

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan program pemberian paket obat untuk pasien COVID-19.

Setidaknya ada sebanyak 300 ribu paket obat-obatan yang siap dibagikan pemerintah. Obat ini diperuntukkan bagi pasien corona dengan gejala ringan.

"Akan ada program dan paket obat yang akan diluncurkan pemerintah Rabu atau Kamis ini. Sebanyak 300 ribu paket untuk 210 ribu yang kena kasus aktif ringan," jelas Luhut dalam acara Deklarasi Gotong Royong Kemnaker dan Kadin, Selasa (13/7).

Luhut menegaskan, masalah obat-obatan sejauh ini masih dalam kontrol pemerintah. Kendati begitu, ia juga mengakui masih belum terpenuhi semua lantaran ada pemesanan yang juga masih berjalan.

Ilustrasi IVERMECTIN, obat cacingan yang disebut-sebut efektif mengatasi COVID-19. Foto: Shutter Stock

Pemegang komando kebijakan PPKM Darurat itu juga menyadari masih terlalu dini untuk menyatakan masalah ini terkendali.

"Saya pikir sudah menunjukkan hasil, walaupun terlalu dini kita mengatakan kita sudah mengontrol semua. Dari segi obat kami secara bertahap sudah mulai memenuhi obat yang ada, walaupun ada beberapa obat seperti tempra yang sedang terbang dari tempat kita beli," pungkas Luhut.

kumparan post embed

Namun, dia menegaskan khusus untuk masalah-masalah adanya pihak yang mencoba mempermainkan obat. Pemerintah bakal menindak tegas oknum-oknum tersebut.

"Jadi masalah obat ini memang ada masalah yang coba manipulasi obat itu, oleh pemerintah kita tindak tegas dan kita imbau tidak melakukan. Sekaligus kita melakukan reformasi kesehatan karena banyak hal yang tidak efisien," tutur Menko Maritim dan Investasi itu.