Kumparan Logo

Luhut: Proyek Kereta Cepat Harus Jadi, Tak Boleh Mundur!

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Kereta api cepat Jakarta-Bandung. Foto: Dok. Arif Syamsul
zoom-in-whitePerbesar
Kereta api cepat Jakarta-Bandung. Foto: Dok. Arif Syamsul

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung harus jadi dan tak boleh mundur. Proyek ini sudah berjalan 80,41 persen dengan target operasional Juni 2023

Hal tersebut disampaikan Luhut di hadapan Presiden Jokowi dan Presiden China Xi Jinping yang memantau secara daring uji dinamis Kereta Cepat Jakarta Bandung dari Bali, Rabu (16/11).

"Saya dan NDRC terus melakukan koordinasi untuk memastikan penyelesaian proyek ini pada pertengahan tahun depan. Ini harus jadi. Tidak boleh mundur. Ini tekad saya pribadi untuk menyelesaikan," kata Luhut.

Presiden Cina Xi Jinping (kedua dari kanan) bersama dengan Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Gubernur Bali I Wayan Koster (kanan) saat tiba di VVIP Terminal I Bandar Internasional Bali I Gusti Ngurah Rai, (14/11). Foto: G20 Indonesia Media Center/M Risyal Hidayat

Menurut Luhut, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi batu loncatan untuk proyek-proyek kerja sama antara Indonesia dan China. Kerja sama antara Indonesia dengan China ini, disebut Luhut berdampak sangat signifikan bagi Indonesia.

"Proyek ini telah menjadi batu loncatan untuk proyek kerja sama Indonesia dengan Tiongkok. Seperti Kawasan Industri Morowali, Weda Bay, Kawasan Industri Hijau Kalimantan Utara, Xin Hwa Southest Asia Center, Two Countries Twin Park, serta beberapa proyek lainnya yang akan berdampak sangat signifikan terhadap pembangunan di Indonesia," ujar Luhut.