Kumparan Logo
Presiden Jokowi bersama Putra Mahkota Sheikh Mohamed.
Presiden Jokowi disambut langsung oleh Putra Mahkota UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed.

Luhut: Putra Mahkota Uni Emirat Arab Telepon Jokowi, Mau Bikin Vaksin Corona

kumparanBISNISverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi disambut langsung oleh Putra Mahkota UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed.  Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden, Rusman
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi disambut langsung oleh Putra Mahkota UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden, Rusman

Semua negara di dunia tengah berlomba menemukan vaksin corona. Vaksin diyakini menjadi salah satu jalan keluar untuk menghentikan penyebaran virus ini.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia telah memiliki beberapa kerja sama dengan negara lain untuk menemukan vaksin ini.

Salah satu yang terbaru adalah dengan Uni Emirat Arab. Presiden Joko Widodo pun telah berkomunikasi dengan Putra Mahkota UEA, Syeikh Mohammed bin Zayed.

"Mohammad bin Zayed teleponan dengan Pak Jokowi, mereka mau bikin vaksin. Saya bilang ke Pak Presiden harus dorong ini," kata di acara Dies Natalis IV Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia secara virtual, Jumat (14/8).

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Selain dengan UEA, Indonesia lebih dulu kerja sama dengan Sinovac, perusahaan medis asal China untuk memproduksi vaksin corona. PT Bio Farma (Persero) telah ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir untuk melakukan uji klinis tahap ketiga dari vaksin Sinovac.

Uji klinis tahap ketiga ini akan disuntikkan pada 1.620 relawan di Bandung, Jawa Barat. Jika uji coba ini berhasil, mulai tahun depan vaksin asal China ini akan disuntikkan secara massal ke rakyat Indonesia.

kumparan post embed

Selain China dan UEA, Indonesia juga bekerja sama dengan Inggris untuk menemukan vaksin. Selain menggaet pihak asing, di dalam negeri Indonesia juga terus melakukan penelitian untuk menemukan vaksin lokal.

"Dan hebatnya sekarang juga kajian ada anak bangsa untuk Vaksin Merah Putih. Itu kajian anak bangsa," ujarnya.

Luhut menegaskan sejauh ini keputusan yang diambil pemerintah untuk menanggulangi virus corona sudah benar dari sisi kesehatan dan ekonomi. Dia menyatakan Indonesia mengambil keputusan yang tepat dengan tidak melakukan lockdown seperti negara-negara lain.