Kumparan Logo

Luhut Sebut Prabowo Siapkan Bansos Rp 5,4 Juta/Orang, Penyaluran Berbasis AI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bersama Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto dan Anggota DEN Chatib Basri menyampaikan keterangan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bersama Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto dan Anggota DEN Chatib Basri menyampaikan keterangan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah tengah menyiapkan sistem penyaluran bantuan sosial menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Luhut mengungkapkan, besaran bantuan yang akan diterima per orang adalah sebesar Rp 5,4 juta. Program ini akan memanfaatkan Government Technology (GovTech) yang sedang dirancang pemerintah.

"Jadi dari tadi mengenai GovTech sebagai penutup, eh itu nanti pemerintahan Presiden Prabowo ini akan berbasis digitalisasi dengan support AI. Oleh karena itu kita melihat bahwa dalam waktu tidak terlalu lama eh kita akan punya Digital Single ID. Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang mengakibatkan semua bansos atau Direct Cash Transfer itu akan targeted," ujar Luhut di Istana Negara, Selasa (9/6).

Luhut mengeklaim, pemanfaatan teknologi untuk menyalurkan bantuan sosial akan membuat pemerintah bisa menghemat anggaran.

Luhut juga menyebut penyaluran subsidi tidak akan lagi dalam bentuk barang saat sistem digitalisasi ini sudah dijalankan.

instagram embed

"Dan saya melihat nanti, subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada penerima karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp 5,4 juta rupiah per orang. Dan ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," ujarnya.

Menurut Luhut, sistem ini akan bisa berjalan mulai awal tahun depan. Ini termasuk juga akan diterapkan dalam penyaluran kredit usaha untuk UMKM.

"Jadi ini satu apa, pemerintahan yang berpenduduk hampir 300 juta orang pada akhir, eh awal tahun depan yang pertama menggunakan digitalisasi berbasis AI. Nah ini saya kira satu keberanian tersendiri karena tadi tersinggung semua akan bisa dimonitor dengan sistem ini. Dan sekali lagi sistem ini dibangun oleh anak-anak Indonesia," tutur Luhut.