Luhut: Siapa Saja yang Merasa Jadi Pemimpin, Bekerjalah dengan Hati
·waktu baca 3 menit

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan berpesan bagi siapa pun yang sedang atau merasa pemimpin untuk bekerja dengan sepenuh hati. Baginya, kepintaran tidak akan artinya bila pemimpin tidak memiliki hati nurani.
"Kamu pintar tapi tanpa hati, itu enggak ada gunanya. Kamu pintar tanpa kearifan, itu tidak ada gunanya. Jadi pesan ke siapa saja atau siapa merasa jadi pemimpin. Saya minta bekerja dengan hati," kata Luhut dalam acara HUT ke-20 Yayasan Del di Gedung Sopo Del, Jakarta Selatan, Senin (31/5).
Selain itu, pemimpin juga harus memiliki jiwa melayani, bukan dilayani. Apalagi bila pemimpin dari kalangan pemerintahan. Hal itu, menurut Luhut, masih jarang ditemui di birokrat. Alhasil, kebijakan diambil bukan berorientasi melayani masyarakat.
"Itu kurang di pejabat publik. Jadi izin berputar. Saya pagi dapat telepon dari pejabat. Bagaimana 4 tahun kasus enggak selesai. Saya bilang kalau salah, kalau bagus ya bagus, tentukan. Pengusaha perlu kepastian, hidup itu perlu kepastian," sebutnya.
Luhut juga menjawab tudingan tidak memiliki hati nurani saat mengizinkan pekerja asing di proyek Penanaman Modal Asing (PMA). Ia tak menampik, TKA masih diizinkan bekerja untuk mengisi ketidakmampuan pekerja lokal untuk pekerjaan tertentu. Di saat bersamaan, pemerintah membangun Politeknik untuk mempersiapkan kemampuan sumberdaya manusia lokal. Sebagai mantan prajurit profesional, Luhut mengaku masih memiliki hati nurani untuk membangun Indonesia.
"Banyak enggak paham, Pak Luhut kok kasih orang tenaga asing dari sini, enggak mikir? ya enggak lah. Saya pasti mikir dan hitung, saya enggak sebodoh itu. Saya juga harus menjaga nama baik dari kesatuan bertugas dulu," ungkapnya.
Ia pun mengajak para orang kaya Indonesia untuk berbuat sesuatu untuk negeri seperti di sektor pendidikan yang dinilainya masih tertinggal. Tak sekadar mengajak, Luhut bersama sang istri, Devi Simatupang sejak 20 tahun silam telah membangun yayasan yang fokus ke pendidikan. Dengan nama Yayasan Del, Luhut bersama istri telah mendirikan sekolah dari level playgroup, TK, SD, SMP, SMA hingga politeknik IT. Sekolah yang berlokasi di Toba, Sumatera Utara tersebut didedikasikan kepada anak kurang mampu, namun pintar secara akademik. Sekolah binaan luhut seperti SMA Unggulan Del, bahkan menjadi sekolah unggulan dalam bidang matematika, fisika, biologi dan kimia. Karya sekolah binaan Luhut itu disebut mampu mengirimkan hasil riset ke lembaga ruang angkasa Amerika, NASA.
Yayasan Del binaan Luhut juga mendirikan Rumah Faye untuk perlindungan bagi anak korban perdagangan manusia. Setidaknya sudah ada 136 anak korban trafficking yang diselamatkan sejak 2016.
Dengan kontribusi di bidang pendidikan dan menjadi pembina, Luhut kembali menegaskan tak ingin namanya dikenal buruk karena berbuat tanpa hati.
"Saya enggak mau di pandangan siswa dan anak-anak saya dari Yayasan Del atau dari Noah (sekolah Playgroup-SD), melihat pembina kita pecundang, enggak mungkin saya lakukan itu. Saya enggak mau legacy saya rusak karena itu," tegasnya.
Luhut mengaku apa yang ia capai saat ini tentunya berkat dukungan sang istri. Baginya, ia bukan sesuatu tanpa istri. Apalagi, dirinya seorang yang memiliki karakter menggebu-gebu.
"Kalau saya enggak ada istri saya juga repot juga, karena saya terlalu menggebu-gebu," tambahnya.
