Kumparan Logo

Luhut Sindir Tingginya Angka Impor Alat Kesehatan RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat mengunjungi food estate di Desa Bentuk Jaya (A5), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa (6/4). Foto: Kementan RI
zoom-in-whitePerbesar
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat mengunjungi food estate di Desa Bentuk Jaya (A5), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa (6/4). Foto: Kementan RI

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan masih tingginya impor alat kesehatan (alkes). Bahkan menurut Luhut, belanja impor alat kesehatan di tahun 2021 lima kali lipat lebih tinggi ketimbang penggunaan produk alkes lokal.

"Serapan belanja pemerintah untuk produk dalam negeri cukup rendah dibandingkan impor. Khususnya belanja alkes untuk anggaran 2021 dalam e-katalog, jumlah pemesanan impor 5 kali lebih besar senilai Rp 12,5 triliun," ujar Luhut dalam virtual conference, Selasa (15/6).

Tingginya importasi alat kesehatan ini membuat Luhut menyentil keras para pelaku importir sektor ini. Purnawirawan Jenderal TNI itu mengingatkan agar importir lebih mengutamakan produksi di dalam negeri.

Dia mengungkapkan kekesalannya lantaran bangga buatan Indonesia yang selama ini digaungkan pemerintah, terkesan hanya sebatas slogan. Atas dasar itu ia mau semua pihak berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan hadiri peringatan Hut ke-20 Yayasan DEL. Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan

"Bangga buatan Indonesia jangan hanya sekadar slogan. Orang-orang yang masih pengin impor-impor, importir-importir, Anda kan bisa bikin pabriknya di dalam, kan bisa investasi, masa mau makan importir terus, sampai kapan mau begini," tutur Luhut.

"Ini saya ngomong agak keras, karena kita banyak omong aja, tapi tidak melakukan tidak memberi contoh teladan lebih bagus," sambungnya.

Luhut mengatakan bahwa Presiden Jokowi juga ingin impor alkes ini dikurangi. Khusus di tahun 2021, kata Luhut, pemerintah menargetkan untuk mengerek belanja alkes dalam negeri hingga Rp 6,5 triliun untuk pengadaan 5.642 barang lewat e-katalog.

"Presiden sudah memberikan arahan, kemarin saya menghadap beliau sore dengan Wamenkes dan Menteri BUMN dan Wamenkeu, untuk penggunaan lebih banyak produk dalam negeri dengan memindahkan atau mengundang investor masuk ke Indonesia," tutur Menko Luhut.