Mahalnya Tiket Pesawat Akan Menjadi Pendorong Inflasi Juni 2019

20 Juni 2019 16:31 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat konferensi pers di kantor pusat Bank Indonesia. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat konferensi pers di kantor pusat Bank Indonesia. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
ADVERTISEMENT
Di momen lebaran, tiket pesawat disebut jadi salah satu komponen penyumbang kenaikan inflasi. Hal itu, masuk dalam kategori kenaikan administered prices. Meski begitu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mencatatkan inflasi di Juni 2019 tetap terkendali.
ADVERTISEMENT
"Inflasi kelompok administered prices sesuai pola musiman juga meningkat, bersumber dari tarif angkutan antarkota, tarif angkutan udara, dan tarif kereta api," ujarnya dalam jumpa pers di Kompleks BI, Jakarta, Kamis (20/6).
Di samping itu, Perry menambahkan inflasi juga disebabkan oleh inflasi kelompok volatile food yang meningkat. Itu tak lain, didorong oleh naiknya harga cabai, daging ayam dan bawang putih. Sementara itu, menurutnya inflasi inti tetap terkendali, meskipun peningkatannya didorong kelompok makanan.
Maskapai Penerbangan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Dengan berbagai kondisi kenaikan itu, pihaknya menekankan perkembangan inflasi IHK (Indeks Harga Konsumen) secara umum terkendali serta sesuai pola musiman pada bulan Ramadan dan menjelang lebaran lalu.
"Rata-rata dalam lima tahun terakhir mencapai 0,77 persen," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Ke depan, kata Perry, BI bakal terus berusaha konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
"Guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil yang diprakirakan berada di bawah titik tengah kisaran sasaran inflasi 3,5 ±1 persen pada 2019," pungkasnya.