Kumparan Logo

Makin Banyak Diminati, WELMA BCA Tambah Fitur Single Investor Identification

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BCA luncurkan aplikasi wealth management bernama Welma di Ritz Charlton SCBD Jakarta. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
BCA luncurkan aplikasi wealth management bernama Welma di Ritz Charlton SCBD Jakarta. Foto: Resya Firmansyah/kumparan

Aplikasi investasi WELMA milik Wealth Management PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menambah satu fitur baru yaitu Single Investor Identification (SID). Fitur ini membuat nasabah WELMA bisa langsung mendaftarkan SID-nya saat masuk aplikasi.

Senior Executive Vice President Wealth Management BCA, Christine Setyabudhi menjelaskan, kehadiran fitur SID merupakan upaya manajemen untuk terus memperbaharui kebutuhan nasabah dalam membeli instrumen investasi di WELMA.

Kata dia, saat WELMA diluncurkan pada 2019, fitur SID belum ada. Saat itu pun, aplikasi ini baru bisa diakses melalui Android. Lalu kian hari terus dilengkapi hingga akhirnya bisa menampilkan fitur SID.

"Sekarang end to end. Jadi dengan adanya SID ini bisa diinput datanya langsung dari aplikasinya. Semua dalam satu genggaman," kata dia dalam konferensi pers WELMA: SID Online yang diadakan virtual, Rabu (3/2).

com-Tarik dan Setor Tunai BCA Tanpa Kartu ATM Foto: dok. BCA

Christine menjelaskan, meski baru diluncurkan pada 2019 lalu, aplikasi investasi WELMA sudah memiliki banyak nasabah. Saat ini tercatat mencapai 80 ribu akun dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,7 triliun.

Di dalam WELMA, ada tiga produk investasi yang disediakan BCA yakni reksa dana, obligasi, dan asuransi. Dari ketiga instrumen itu, obligasi paling banyak diminati investor terutama dari ritel.

"Transaksi lebih banyak produk obligasi terutama yang dikeluarkan pemerintah. Sebab obligasi ini lebih nyaman untuk mereka karena belum begitu mengerti investasi reksa dana. Ini transisinya seperti itu," kata Christine.

Dalam perjalanannya selama dua tahun, WELMA yang awalnya diperuntukan untuk segmen milenial pun saat ini banyak kalangan di atas milenial atau yang high market masuk. Mereka ingin juga berinvestasi lewat WELMA untuk menjaga portofolionya.

Meski begitu, investor ritel masih mendominasi WELMA jumlah transaksi meski secara volume belum besar. Umumnya karena bisa berinvestasi mulai dari Rp 100 ribu seperti di produk reksa dana.

"Yang usia muda 25 tahunan ini jumlah transaksinya banyak, meski nominalnya enggak begitu. Ini jadi tren selama pandemi? Definitely yes," ujarnya.

Wakil Presiden Direktur BCA, Suwignyo Budiman mengatakan, keberadaan fitur SID menjadi bagian dari upaya BCA memenuhi kebutuhan nasabah. Menurut dia, hanya dengan inovasi, bank bisa bertahan dan menyesuaikan diri.

"Sekarang jumlah nasabah BCA sudah 18 juta lebih dan kebutuhannya macam-macam. 60 persen lebih usianya di bawah 40 tahun. Nah apa yang diinginkan nasabah? Ini yang harus kita teliti," kata dia dalam kesempatan sama.