Makin Nyaman, MRT Jakarta Catat Ribuan Orang Kunjungi Blok M-Transport Hub

PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat kenaikan pengunjung dan jumlah tenant UMKM di kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) Blok M Hub dan Dukuh Atas, khususnya di gedung Transport Hub, hingga ribuan orang per harinya.
Division Head Property Management Division MRT Jakarta, Muchamad Iqbal Bimo Arifianto, mengatakan pada September 2026, pengunjung harian Transport Hub meningkat menjadi sekitar 2.700 orang.
"Sampai saat ini Transport Hub Dukuh Atas, daily visitor-nya sampai September ini sekitar 2.700 per hari. Meningkat dari kuartal I 2026," ungkap Iqbal Bimo saat kelas MRTJ Fellowship Program 2026, Kamis (24/9).
Sementara untuk okupansi tenant makanan dan minuman (F&B) di pujasera alias foodcourt gedung Transport Hub sudah mencapai 100 persen, kemudian okupansi tenant atau penyewa kantor untuk keseluruhan gedung sekitar 88 persen.
"Memang kita masih buka building tenant, okupansi masih 88 persen. Ini kita masih mengajak kolaborasi teman-teman mitra dan banyak sudah lebih dari 100 hari activation," ujar Iqbal Bimo.
Sementara untuk kawasan Blok M Hub, pengunjungnya lebih banyak lagi yakni mencapai 25.000 orang per hari. MRT Jakarta, lanjut Iqbal, juga sudah mengelola tenant UMKM hingga 242 pelaku usaha.
Kawasan tersebut juga menjadi satu-satunya kawasan TOD yang dibangun sekaligus dikelola MRT Jakarta yang sudah mendapatkan hak penamaan (naming rights) yakni oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
"Daily visitor sudah lebih dari 25.000, juga lebih dari 100 hari aktivasi, dan ada Gojek Naming Right. Akhirnya salah satu brand membeli naming dari kawasan tersebut menjadi Blok M Hub Gojek," tutur Iqbal Bimo.
Iqbal menjelaskan kedua kawasan TOD tersebut memiliki karakteristik masing-masing dan cukup berbeda jika dilihat dari sifat dan kebutuhan pengunjungnya.
Jika Blok M Hub cenderung memiliki pendekatan gaya hidup (lifestyle), komersial, dan komunitas, sementara kawasan Transport Hub bersifat mobilitas, konektivitas, dan aktivitas masyarakat perkotaan.
"Memang keduanya mempunyai karakter yang berbeda. Blok M Hub ada lifestyle, komersial, dan komunitas. Ternyata berbeda ketika kita mengelola Transport Hub ternyata simpul mobilitas dan integrasi kawasan terjadi, sehingga tujuannya bagaimana kawasan tersebut memberikan pengalaman mobility, connectivity, dan urban activity," jelas Bimo.
Dukuh Atas dan Simpul Transportasi
Iqbal Bimo menuturkan, MRT Jakarta mencoba mengelola kawasan Dukuh Atas sebagai salah satu simpul mobilitas penting, karena memiliki pemberhentian seluruh moda transportasi umum di Jakarta, tidak hanya MRT, namun juga LRT Jabodebek, Transjakarta, KRL, hingga LRT Jakarta yang kini masih dalam proses pembangunan.
"Jadi ini memang benar-benar simpul transportasi. Sehingga fokus kami adalah memastikan perjalanan masyarakat tidak terhenti ketika mereka keluar dari stasiun. Jadi masyarakat harus dapat melanjutkan perjalanan dengan nyaman, bahkan bisa setop dulu melakukan berbagai aktivitas," jelasnya.
Tidak hanya ruang publik, MRT Jakarta juga mengelola Transport Hub, sebuah bangunan dengan fungsi mixed-use yang memiliki fungsi perkantoran, hotel, F&B, hiburan, pendidikan, kesehatan, serta konektivitas karena ada pemberhentian Transjakarta.
Sekitar 7 tahun lalu, kata Iqbal Bimo, kawasan tersebut terkenal dengan Pasar Blora, pasar basah yang kurang terawat dengan parkir liar yang merajalela. Namun kini, perubahan terlihat cukup signifikan berkat hadirnya MRT Jakarta dan pengembangan sebagai kawasan TOD.
"Saat ini sudah menjadi mixed-use building ada 12 lantai, empat lantai di atas itu hotel, lalu ada kantor office gitu dari lantai 8, 7, 6, 5 itu adalah office, tapi ada juga kampus di situ, kampus UHN (Universitas Harkat Negeri). Lalu juga ada gym," tutur Bimo.
Blok M Hub dan Rencana Revitalisasi Besar
Bimo menyebutkan kawasan Blok M Hub, yang sudah direvitalisasi besar-besaran, masih akan lanjut dipercantik mulai tahun depan. Nantinya, kawasan ini akan mengikuti pendekatan yang sama dengan Transport Hub, yakni fungsi mixed-use.
"Tunggu tanggal mainnya akan menjadi revitalisasi besar, bagaimana Blok M ini bisa tumbuh dan TOD-nya lebih nyaman lagi. Bagaimanapun yang sudah kita lakukan ini ternyata sudah umur asetnya sudah 30 sampai 50 tahun itu cukup challenging," ungkapnya.
Revitalisasi besar-besaran ini demi membangkitkan kembali masa kejayaan Blok M, dari periode 1990 sampai 2000 awal yang sempat menjadi pusat anak muda Jakarta dan sekitarnya beraktivitas.
"Kita mengembalikan masa jayanya ini seperti dulu. Pada saat tahun 90-an atau early 2000. Jadi, pekerjaan kami bukan hanya memastikan fasilitas ini berfungsi. Tapi juga bagaimana menghadirkan aktivasi tenant, komunitas, dan berbagai bentuk engagement," kata Bimo.
Selain infrastruktur fisik, pembenahan kawasan Blok M juga menyangkut kenyamanan ruang publik dan isu sosial. Bimo mencontohkan, sebelum peran MRT Jakarta hadir, banyak parkir liar dan pungutan liar yang merajalela di sana.
"Pada saat 2022 awal bagaimana kotornya, tidak terawatnya. Banyak PKL sepanjang jalur ini, di mana-mana, parkir liar. Dulu ada kalau bahasanya tuh parkirnya dua kali, di dalam ditarikin juga Rp 5.000 sampai Rp 10.000 bahkan," ujarnya.
Setelah revitalisasi, MRT Jakarta mengubah isu sosial Blok M yang awalnya penuh hal-hal negatif, menjadi lebih positif serta membawa dampak sosial dan ekonomi yang luar biasa bagi pengunjungnya.
Untuk itu, perusahaan juga tidak bisa bergerak sendiri. Bimo menyebutkan, perlu peran serta berbagai pihak untuk menciptakan kawasan TOD yang lebih nyaman mulai dari pemerintah setempat, UMKM, bahkan berkolaborasi dengan komunitas.
"Kita rangkul semuanya bagaimana kita memberdayakan masyarakatnya, lalu kita rangkul juga PKL-PKL, kita sediakan tempat yang baik. Ini salah satu contoh properti yang berbentuk kawasan," tutur Iqbal Bimo.
