Kumparan Logo

Malaysia akan Beli Jagung Indonesia 3 Juta Ton

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Biji jagung yang sudah dikupas. (Foto: pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Biji jagung yang sudah dikupas. (Foto: pixabay.com)

Kementerian Pertanian hari ini melakukan kerja sama bilateral bersama Kementerian Pertanian Malaysia. Kerja sama ini dilakukan untuk memaksimalkan lahan pertanian di kawasan perbatasan Entikong dengan Sarawak.

Amran menjelaskan, kerja sama tersebut di antaranya Indonesia akan mengeskpor jagung ke Malaysia sebanyak 3 juta ton, namun kebutuhan tersebut belum bisa dipenuhi tahun ini. Harga jagung di perbatasan saat ini kurang lebih Rp 2.500 per kg, nantinya Malaysia akan membeli dengan harga Rp 3.500 per kg.

"Intinya Malaysia siap ambil jagung dari Indonesia. Jumlahnya 3 juta ton, kalau dirancang sekarang mudah-mudahan 3-4 tahun bisa selesai," ujar Amran di Kantor Kementan Jakarta, Jumat (3/3).

Jagung, pangan penghasil karbohidrat. (Foto: pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Jagung, pangan penghasil karbohidrat. (Foto: pixabay.com)

Selama ini, Malaysia masih memenuhi kebutuhan jagungnya dengan mengimpor dari Amerika dan Argentina senilai Rp 10-13 triliun, hal ini yang membuat pemerintah Malaysia lebih memilih Indonesia sebagai pemasok jagungnya karena lebih dekat posisinya dan sekalian belajar dari Indonesia bagaimana menurunkan kuota impor. Sejauh ini, angka impor jagung Indonesia terus menurun.

Selain akan mengekspor jagung, Amran pun menjelaskan akan mengekspor benih jagung untuk ditanam di Serawak Malaysia.

"Di Serawak ada 60 ribu hektar, mereka meminta kalau bisa bibit dari Indonesia teknologi akan melihat ke kita penemuan baru NASA 29. Insyaallah kita akan ekspor, potensinya bisa 10 ton per hektar," tambah Amran.

Lahan yang sudah siap di Entikong saat ini dimiliki oleh petani, Amran pun akan memfasilitasi apabila harus menggunakan hutan produksi untuk menggenjot produksi jagung di perbatasan.

"Punya petani dan siapa pun termasuk hutan produksi. Kalau pun kena hutan produksi kita koordinasi dengan Kementerian Kehutanan. Ini sudah koordinasi," tutup Amran.