Kumparan Logo

Manajemen GoTo dan BEI Tegas Bantah Kabar Reverse Stock

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy saat ditemui di Gedung BEI, Jumat (27/1/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy saat ditemui di Gedung BEI, Jumat (27/1/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Bursa Efek Indonesia (BEI) membantah kabar mengenai aksi korporasi reverse stock oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

“Berita ini tidak benar. Bursa akan mengeluarkan release untuk klarifikasi segera,” ungkap Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI , Irvan Susandy kepada para wartawan, Senin (6/11).

Sebelumnya beredar surat BEI di kalangan investor yang menyebut akan meniadakan perdagangan saham GOTO di pasar tunai mulai 8-9 November 2023, sehubungan dengan aksi reverse stock.

Di mana, nilai nominal baru GOTO usai reverse stock akan sebesar Rp 450 per sahamnya, dari saat ini berkisar di Rp 67-77 per lembarnya. Aksi itu akan dilaksanakan mulai tanggal 10 November 2023.

Reverse stock merupakan pemecahan nilai nominal saham sehingga nilai nominal saham menjadi lebih tinggi yang dampaknya menurunkan jumlah saham beredar suatu perusahaan.

Biasanya reverse stock dilakukan dengan tujuan untuk penyelamatan perusahaan emiten agar tetap memenuhi persyaratan untuk tetap menjaga status listing dalam perdagangan pasar modal.

GOTO Juga Membantah

Layanan Gojek dan Tokopedia (GoTo). Foto: Gojek

Corporate Secretary GOTO, Koesoemohadiani membantah bahwa informasi tersebut tidak benar, dan tidak berdasarkan pada keterangan yang disampaikan oleh Perseroan baik secara privat maupun publik.

Perseroan juga telah melaporkan hal ini kepada otoritas BEI dan kini tengah berkoordinasi bersama BEI untuk mengklarifikasi kebenaran terkait hal tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat dan investor untuk lebih cermat dalam memastikan akurasi informasi dari sumber-sumber yang kredibel,” kata dia kepada kumparan, Senin (6/11).

embed from external kumparan