Kumparan Logo

Manajemen Tak Persoalkan Adanya Joki Kartu Prakerja: Bukan Kriminal

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
zoom-in-whitePerbesar
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Manajemen Kartu Prakerja menyoroti soal banyaknya joki yang menawarkan jasa untuk membantu pendaftaran, proses pelatihan, hingga pencairan insentif peserta. Biasanya, para joki itu meminta imbal jasa yang disepakati dengan para peserta, besarannya mulai dari Rp 50.000.

Direktur Operasional Kartu Prakerja, Hengki Sihombing, menilai hal itu bukanlah tindak kriminal. Sebab hal itu hanya berupa pemberian layanan dan kesepakatan antara joki dengan peserta Prakerja.

"Joki itu timbul karena memang ada yang mau ingin mendaftar ke website Kartu Prakerja, tapi dia tidak tahu. Nah Joki ini kan sebenarnya dari sisi kriminalitasnya tidak ada. Karena hanya memberikan pelayanan," kata Hengki dalam webinar Kartu Prakerja, Rabu (14/10).

Namun menurut Hengki, joki itu hadir akibat ketidaktahuan dan kurangnya literasi masyarakat untuk mendaftar Kartu Prakerja. Apalagi, seluruh proses pendaftaran hingga penyaluran insentif Kartu Prakerja itu dilakukan secara digital, yang dinilai masih awam bagi masyarakat kelas bawah.

“Balik lagi ini adalah literasi. Kenapa? Karena peserta tidak tahu atau bahkan malas, tidak mau membaca cara mendaftar Kartu Prakerja. Padahal hanya masuk email, verifikasi, dan lain-lain,” jelas Hengki.

Ilustrasi daftar kartu Prakerja. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

“Tapi kan kalau kita melihat mungkin kalangan bawah untuk mendaftar menggunakan email saja mungkin agak susah, apalagi menggunakan nomor telepon, verifikasi, ini mungkin susah untuk kalangan bawah. Jadi problem utamanya adalah literasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Purbasari, menjelaskan ada dua macam joki Kartu Prakerja yang marak di media sosial.

Tipe pertama adalah yang hanya menawarkan jasa untuk pendaftaran. Tipe kedua, joki yang memberikan jaminan 100 persen diterima sebagai peserta Kartu Prakerja.

"Tipe kedua adalah Joki yang mengatakan, Anda terjamin 100 persen diterima. Itu definitely penipuan. Karena tidak mungkin, sistem kami, algoritma kami itu bisa menjamin orang," tegas Denni.

Dia pun memastikan, tak ada orang ‘dalam’ di Program Kartu Prakerja. Sehingga peserta yang lolos tersebut betul-betul yang berhasil menjalani proses, proses awal pendaftaran hingga mendapatkan insentif.

"Dan saya sampaikan tidak ada yang namanya bisa dibantu orang dalam. Orang dalam, orang luar enggak ada. Ini betul-betul sistem yang kami pastikan terintegrasi 100 persen. Ini adalah program kampanyenya Pak Jokowi, kami melaksanakannya sebaik mungkin,” pungkasnya.