Mandiri Capital Belum Berencana Keluar dari Investasi Bukalapak & GOTO
·waktu baca 2 menit

Anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Mandiri Capital Indonesia mengaku belum mau keluar dari PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Chief Finance Officer Mandiri Capital Indonesia Rino Bernando membandingkan sinergi antar unit bisnis dua startup tersebut lebih kuat daripada investasi. Mandiri Capital Indonesia masih wait and see untuk peluang exit strategy atau rencana menjual kepemilikan bisnis di dua perusahaan digital itu ke investor.
Kita belum rencana exit di dua itu sih. Untung sih udah, kita ada target price tapi belum masuk. Sinergi kita kuat, mungkin walaupun masuk target price, tidak serta-merta exit juga ” kata Rino saat ditemui di Gedung Mandiri II, Rabu (8/2).
Bukalapak dan Mandiri Group juga menjalin kemitraan, yakni integrasi produk pembayaran Bank Mandiri serta pembiayaan kepada online seller yang ada di Bukalapak.
Rino menegaskan beberapa portofolio startup milik modal ventura Mandiri ini tidak menjadi opsi full exit strategy, karena pihaknya masih ingin mengatur alih bisnis dan mengontrol sinergi.
“IPO ada holding period 8 bulan. Investasi kita pecah, tetapi ada masa 8 bulan kita tidak bisa apa-apain. Kalau nunggu 8 bulan, sudah balik ke harga sebelum IPO,” tuturnya.
Mandiri Capital Indonesia Pantau Valuasi Startup Menurun
Mandiri Capital Indonesia mengamati valuasi startup secara umum mengalami penurunan di tahun 2022, dengan penurunan tertinggi berada pada late stage startups.
"Sebelumnya banyak yang valuasinya tinggi, paling dalam jatuhnya sektor fintech yang overvalue. Valuasinya tumbuh tinggi banget, jatuh paling dalam,” kata Chief Investment Officer Mandiri Capital Indonesia Dennis Pratistha.
Dennis memastikan, ini menjadi kesempatan bagi modal ventura untuk membidik bisnis dengan valuasi yang lebih wajar sehingga masuk dengan harga yang sesuai dan tidak terlalu mahal.
“Startup cost efficiency, secara revenue dan topline tumbuhnya cukup tinggi. Sekali bakar-bakar uang selesai, revenue mulai drop lagi,” tuturnya.
