Bisnis
·
1 Februari 2020 18:56

Mantan Bos BI Lebih Antisipasi Dampak Virus Corona Ketimbang Brexit

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mantan Bos BI Lebih Antisipasi Dampak Virus Corona Ketimbang Brexit (85979)
Agus Martowardojo Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pihaknya lebih fokus memperhatikan dampak ekonomi yang diberikan dari wabah virus Corona ketimbang keputusan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Britania Exit/Brexit). Sebab, pemerintah menilai wabah virus corona lebih mempengaruhi perekonomian dunia dan Indonesia dalam jangka pendek ketimbang Brexit.
ADVERTISEMENT
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Mantan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Menurut Agus, sejatinya dua sentimen tersebut tidak bisa dibandingkan. Namun Agus menilai, dampak virus corona lebih harus diantisipasi oleh pemerintah Indonesia.
Mantan Bos BI Lebih Antisipasi Dampak Virus Corona Ketimbang Brexit (85980)
Ilustrasi virus corona China buatan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, CDC. Foto: Alissa Eckert, MS; Dan Higgins, MAM/CDC/via REUTERS
“Kalau saya lihat enggak bisa langsung dibandingkan (corona dan Brexit). Tapi kalau dampak dari Brexit pun ke Indonesia tidak terlalu besar. Yang kita perhatikan adalah kondisi disrupsi seperti virus korona itu adalah akan berdampak pada ekonomi China,” ungkap Agus di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Sabtu (1/2).
Menurut Agus, perekonomian China sangat penting bagi Indonesia. China punya kontribusi signifikan karena perdagangan Indonesia ke negara tersebut juga tercatat cukup besar.
Mantan Bos BI Lebih Antisipasi Dampak Virus Corona Ketimbang Brexit (85981)
Para demonstran Pro-Brexit merayakannya di Parliament Square pada hari Brexit di London, Inggris, Jumat (31/1). Foto: REUTERS/Dylan Martinez
Selama 30 tahun terakhir, ekonomi China tumbuh cukup tinggi. Namun semenjak ketegangan perang dagang dengan AS tahun lalu, pertumbuhan ekonomi China mulai turun ke 6 persen.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya virus corona ini, Agus mengatakan, perekonomian China bisa melambat kembali. Kondisi ini pun bisa berdampak pada Indonesia.
“Kalau ada virus seperti ini, ini akan berdampak lebih besar lagi dan akan berdampak kepada Indonesia,” tandasnya.