Kumparan Logo

Marak PHK, Start Up Fintech Ini Justru Bakal Tambah 5.000 Karyawan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK). Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK). Foto: shutterstock

Di tengah gelombang PHK para start up, perusahaan start up fintech PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) justru menargetkan bisa menambah 5.000 pekerja dalam waktu lima tahun ke depan. Adapun di tahun ini saja, Amartha menargetkan bisa menyerap 1.800 karyawan baru, baik di kantor pusat maupun di kantor cabang wilayah operasional Amartha.

Terhitung hingga saat ini, Amartha memiliki lebih dari 4.100 karyawan yang tersebar di pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Sebanyak 3.000 karyawan merupakan pendamping lapangan (Business Partners) yang tersebar di lebih dari 35.000 desa.

Pendamping lapangan umumnya merupakan talenta muda  di daerah setempat yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada mitra binaan di wilayah tersebut.

Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra menyampaikan, Amartha melihat fundamental ekonomi segmen mikro di Indonesia cukup kuat dan berkelanjutan, sehingga dibutuhkan talenta-talenta baru yang siap untuk membawa segmen tersebut bertransformasi menuju kesejahteraan dan literasi digital yang lebih baik.

Andi Taufan Garuda Putra, CEO & Founder Amartha berfoto bersama Amartha Team (A-Team) dalam kunjungannya ke Point Baubau, Sulawesi Tenggara. Foto: Dok. Amartha

“Tentunya target rekrutmen ini diiringi dengan performa bisnis dan kinerja keuangan Amartha yang sangat sehat. Di tahun 2021,” tulisnya dalam keterangan yang diterima kumparan, Jumat (3/6).

Amartha mencatatkan pertumbuhan bisnis lebih dari dua kali lipat serta angka kredit macet tau non performing loan (NPL) yang stabil di bawah 0,5 persen. “Sehingga kami optimis untuk dapat mengembangkan jangkauan layanan dan produk kami lebih luas lagi,” tambah Taufan.

Di 2022 ini Amartha berencana untuk memperluas wilayah operasional ke beberapa provinsi di Sumatra dan Sulawesi seperti provinsi Bengkulu, Riau, Lampung, Gorontalo, dan beberapa kota lainnya. Oleh sebab itu, perekrutan ribuan karyawan ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan perusahaan untuk menjangkau jutaan perempuan pengusaha mikro lainnya.

Sebagai informasi, Amartha saat ini telah menyalurkan pendanaan  lebih dari Rp6,5 triliun rupiah dan menjangkau lebih dari satu juta perempuan pengusaha mikro lewat akses permodalan. Amartha optimis, dengan dukungan dari talenta yang inovatif, perusahaan dapat tumbuh dan berkembang lebih baik lagi dalam menyediakan layanan keuangan digital yang inklusif.