Kumparan Logo

Marriot Siapkan 5 Hotel di KL-Langkawi untuk Destinasi MICE di Malaysia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Acara Destination Convention Malaysia secara daring pada Selasa (8/9/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Acara Destination Convention Malaysia secara daring pada Selasa (8/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Malaysia Marriot International menjelaskan berbagai persiapan mereka untuk mengenalkan Malaysia sebagai destinasi business events khususnya Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE). Untuk itu, mereka juga menyiapkan lima hotel yang bisa menjadi lokasi MICE.

Tak hanya di Kuala Lumpur, Market VP Malaysia Marriot International, George Varughese menjelaskan bahwa mereka juga menyiapkan hotel-hotel mereka di Langkawi untuk itu.

“Jadi, Malaysia adalah sebuah kisah yang luar biasa, seperti yang kita semua ketahui, dan kita perlu menceritakannya kepada dunia. Kita perlu memperkenalkan Malaysia sebagai destinasi business events. Mulai dari kota-kota kita yang dinamis, budaya yang beragam, hingga pulau-pulau, hutan hujan, kuliner, makan-makan, serta hospitality kita,” kata George dalam acara Destination Convention Malaysia secara daring pada Selasa (8/9).

Beberapa hotel yang disiapkan adalah The St. Regis Langkawi dan The Westin Langkawi Resort & Spa di Langkawi. Selain itu terdapat pula Renaissance Kuala Lumpur Hotel dan Courtyard Kuala Lumpur South di Kuala Lumpur serta Putrajaya Marriott Hotel di Putrajaya.

“Semua hotel ini merupakan hotel berskala besar yang kami tawarkan. Fakta bahwa hotel-hotel tersebut tersebar di berbagai wilayah Malaysia menunjukkan kepada klien dan pelanggan kami bahwa mereka tidak harus datang ke Kuala Lumpur saja. Mereka dapat menyelenggarakan pertemuan di Kuala Lumpur, tetapi juga dapat membawa acara mereka ke berbagai destinasi lainnya,” ujarnya.

Acara Destination Convention Malaysia secara daring pada Selasa (8/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ia juga menjelaskan mengapa Malaysia Marrriot International memiliki fokus ke lini MICE, menurutnya hal ini karena jumlah member Marriott Bonvoy di seluruh dunia telah meningkat dan kini melampaui 300 juta anggota. Angka tersebut jauh di atas populasi Malaysia yang ada pada kisaran 35 juta jiwa.

Dengan begitu, ia melihat potensi lini MICE memang terbuka dengan jangkauan yang cukup luas utamanya dengan member Marriot Bonvoy yang ada.

“Bayangkan jumlah orang yang dapat kita jangkau. Bayangkan luasnya jangkauan yang kita miliki terhadap seluruh anggota Marriott di dunia,” kata George.

Menambahkan, CEO Malaysia Convention and Exhibition Bureau (MyCEB), Tan Mei Phing melihat Malaysia memang menarik untuk pasar MICE.

Untuk saat ini, meski ada persaingan ketat di kawasan, ia melihat Malaysia memang sudah mampu untuk unggul di sektor MICE. Meski demikian, ia tak puas dengan capaian tersebut dan ingin Malaysia lebih unggul lagi. Menurutnya capaian itu bisa ditingkatkan lagi utamanya dengan karakteristik budaya yang ada.

“Seiring dengan semakin ketatnya persaingan di kawasan Asia-Pasifik, pertanyaannya bukan lagi apakah Malaysia mampu menjadi tuan rumah bagi kegiatan bisnis internasional berskala besar. Kita sudah membuktikan bahwa kita mampu. Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana kita membawa Malaysia ke tingkat berikutnya? Saya percaya, salah satu kekuatan terbesar kita terletak pada keberagaman Malaysia,” ujarnya.

Di samping itu, Tan juga menjelaskan bahwa mereka ingin pasar MICE yang masuk ke Malaysia bukan sekadar menyelenggarakan acara namun membuat acara tersebut berlanjut di Malaysia kembali.

“Kita ingin para penyelenggara acara internasional melihat Malaysia bukan sekadar sebagai destinasi tempat mereka dapat menyelenggarakan kegiatan bisnis, tetapi sebagai destinasi yang ingin mereka pilih untuk acara mereka berikutnya,” kata Tan.