Kumparan Logo

Ma'ruf Amin Sebut 4 Faktor Kunci Tingkatkan Industri Asuransi Syariah RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden Ma'ruf Amin hadiri acara Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2021. Foto: Dok.KIP
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin hadiri acara Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2021. Foto: Dok.KIP

Pertumbuhan sektor industri asuransi syariah relatif cukup rendah di tengah situasi keuangan syariah Indonesia menduduki peringkat empat dunia. Berdasarkan data OJK, pangsa pasar industri ini sebesar 5,3 persen pada akhir 2021.

Untuk mengoptimalkan performanya, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengingatkan perusahaan asuransi syariah harus memenuhi empat faktor kunci.

“Pertama, SDM yang ahli di bidang ekonomi dan keuangan syariah akan memajukan industri ini, dengan penciptaan produk yang inovatif dan perluasan pangsa pasar baru,” ujar Wapres pada Peluncuran PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) di Hotel The Westin Jakarta, Selasa (5/4).

Ketertarikan akan produk-produk jasa keuangan syariah ditunjukkan oleh perilaku konsumen, terlepas dari agama dan keyakinannya. Wapres mengingatkan untuk tetap menjaga nilai-nilai syariah dalam bisnis ini.

Faktor kunci kedua, yakni menjaga nilai-nilai syariah dalam menjalankan bisnis demi menjaga kepercayaan, sekaligus meningkatkan keyakinan publik dengan keunggulan produk-produk jasa keuangan syariah dibanding konvensional.

Selanjutnya yang ketiga, perusahaan asuransi syariah diharapkan memilih investasi yang bersifat produktif secara saksama.

“Pemanfaatan instrumen investasi yang bersifat produktif membutuhkan kejelian untuk melihat potensi industri-industri syariah lainnya,” katanya.

Faktor terakhir, Wapres menekankan pentingnya penguasaan terhadap teknologi digital untuk menjawab kebutuhan para konsumen.

Pemanfaatan teknologi digital, menurut Ma'ruf, menjadi keniscayaan agar layanan sektor keuangan dan asuransi berjalan lebih cepat, mudah dan murah. Nasabah asuransi, baik individu maupun bisnis, mengharapkan layanan yang personal dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan.

Wapres berharap Prudential Syariah menjawab kebutuhan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan perlindungan serta menjadi mitra pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

“Insya Allah, Prudential Syariah turut menjadi bagian dari solusi kebutuhan perlindungan risiko dan memberikan nilai tambah kepada publik, sekaligus menjadi pendorong laju era baru industri asuransi syariah di Indonesia,” tutupnya.