Kumparan Logo

Ma'ruf Amin Sebut Prabowo Bakal Bahas KNEKS Jadi Badan Ekonomi Syariah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden Indonesia ke 13 Ma'ruf Amin menjawab pertanyaan wartawan usai gelaran  Global Launch the State of Global Islamic Economic (SGIE) di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI. Foto: Widya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Indonesia ke 13 Ma'ruf Amin menjawab pertanyaan wartawan usai gelaran Global Launch the State of Global Islamic Economic (SGIE) di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI. Foto: Widya/kumparan

Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan pembahasan transformasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menjadi Badan Ekonomi Syariah pada bulan ini.

Mantan Wakil Presiden Indonesia ke-13 Ma’ruf Amin mengatakan pembicaraan transformasi KNEKS menjadi Badan Ekonomi Syariah akan dilakukan di akhir Juli 2025.

Dia yang terakhir menjabat sebagai Ketua Harian KNEKS mengaku telah berbicara dengan Prabowo perihal ini.

“InsyaAllah Komite Nasional ini akan bertransformasi sebentar lagi menjadi Badan Ekonomi Syariah insyaallah tidak akan lama lagi, presiden sudah berbicara dengan saya, akan kita bicarakan di akhir bulan ini,” tutur Ma’ruf Amin dalam gelaran gelaran Global Launch the State of Global Islamic Economic (SGIE) di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, Selasa (8/7).

Dia meyakini, langkah ini akan mempercepat proses transformasi KNEKS menjadi Badan Ekonomi Syariah. Dengan demikian ini bisa menjadi modal agar sektor ekonomi syariah di Indonesia bisa berkembang lebih baik lagi.

”Sehingga ini akan mempercepat prosesnya. Sehingga kita bisa mengakselerasi inovasi-inovasi pengembangan kebijakan dan koordinasi lintas sektor ekonomi syariah di Indonesia,” jelasnya.

Dalam gelaran ini, Ma’ruf juga menyoroti Indonesia yang kembali menduduki posisi ketiga dalam laporan the State of Global Islamic Economic (SGIE) 2024. Menurut dia Indonesia bisa saja menempati posisi pertama, dengan pertumbuhan ekonomi syariah yang dinilai signifikan.

Dia menargetkan posisi pertama tersebut bisa diraih dalam waktu 3 tahun, yaitu pada 2028. “Nomor tiga itu kita harus lihatnya dari posisi nomor 10, kemudian nomor 8, naik nomor 5, naik nomor 3. Artinya kenaikannya itu signifikan sekali. Kalau dia trennya itu (positif) paling tiga tahun bisa (peringkat 1),” tutur Ma’ruf.

Dalam laporan SGIE 2024, posisi pertama diduduki oleh Malaysia, kemudian Arab Saudi dan Indonesia di peringkat ketiga. Setelah itu ada Uni Emirat Arab (UAE) dan Bahrain.

Meskipun dari sisi investasi ekonomi syariah atau di sektor halal pada 2023/2024, Indonesia menempati posisi pertama, yaitu sebesar USD 1,6 miliar atau setara dengan Rp 25,98 triliun (dengan kurs Rp 16.240 per dolar AS). Kemudian disusul oleh UAE Rp 11,5 miliar, dan Arab Saudi Rp 1,1 miliar.

Sebelumnya kabar akan diubahnya KNEKS juga sempat diutarakan Ma’ruf saat masih aktif menjabat sebagai Wakil Presiden, pada Oktober 2024 lalu, dalam Rapat Pleno keempat KNEKS. Mengutip laman resmi KNEKS, Ma’ruf mengatakan inisiasi transformasi KNEKS ditujukan untuk meningkatkan kontribusi ekonomi dan keuangan syariah.

“Adanya inisiasi transformasi KNEKS menjadi Badan Pembangunan Ekonomi Syariah perlu didukung agar lembaga ini dapat bekerja optimal dan melahirkan terobosan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tutur Ma’ruf dikutip dari laman resmi KNEKS, Selasa (8/7).

instagram embed