Ma'ruf Amin Ungkap 4 Strategi Kembangkan Industri Perbankan Syariah

13 Mei 2024 13:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di halalbihalal Perkumpulan Bank Syariah Indonesia, Senin (13/5/2024). Foto: Dok. BPMI Setwapres
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di halalbihalal Perkumpulan Bank Syariah Indonesia, Senin (13/5/2024). Foto: Dok. BPMI Setwapres
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai industri perbankan dan keuangan syariah menjadi jangkar perkembangan ekonomi syariah di dalam negeri. Menurutnya, industri tersebut harus berperan besar agar ekonomi syariah bisa digerakkan ke arah yang lebih baik lagi.
ADVERTISEMENT
Ma'ruf kemudian mengungkapkan 4 strategi untuk mengembangkan industri perbankan dan keuangan syariah di Indonesia. Pertama, meningkatkan ketahanan dan daya saing industri perbankan dan keuangan syariah.
"Kualitas tata kelola dan manajemen risiko untuk membangun ketahanan industri perbankan syariah nasional harus diprioritaskan. Kembangkan inovasi produk dan layanan perbankan syariah yang menonjolkan keunikan dan diferensiasi, sehingga masyarakat merasakan manfaat dan keunggulannya," kata Ma'ruf di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Senin (13/5).
Ma'ruf kemudian meminta agar pelaku perbankan syariah menjajaki peluang konsolidasi antarunit usaha syariah untuk penguatan daya saing dan kontribusi yang lebih signifikan.
"Kedua, tingkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia perbankan syariah, serta akselerasi digitalisasi perbankan syariah. SDM dan teknologi merupakan sebagian prasyarat mutlak bagi penguatan industri perbankan syariah," ujar Ma'ruf.
ADVERTISEMENT
"Untuk itu, percepat implementasi digitalisasi dalam proses bisnis, serta terus adaptif dengan perkembangan teknologi. Peningkatan kapasitas dan kualitas mesti mencakup semua level SDM, mulai dari teknis dan operasional, manajerial, hingga pengawas perbankan syariah," tambahnya.
Yang ketiga, Ma'ruf mendorong pelaku perbankan dan keuangan syariah dalam negeri meningkatkan kontribusi perbankan syariah dalam perekonomian nasional. Secara khusus, ia meminta agar akses pembiayaan syariah bagi UMKM ditingkatkan guna mendorong terciptanya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Kembangkan inovasi produk dan layanan syariah sesuai karakteristik dan kebutuhan pelaku UMKM, tingkatkan peran dan kontribusi pembiayaan proyek berkelanjutan antara lain dengan skema KPBU syariah," ujar Ma'ruf.
Yang terakhir, Ma'ruf meminta penguatan sinergi dan kolaborasi peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Sebab, perbankan syariah dapat menjadi penggerak sinergi dan kolaborasi aktif di sektor industri halal dan keuangan sosial syariah.
ADVERTISEMENT
"Dukung implementasi pengembangan perbankan syariah nasional sesuai dengan panduan peta jalan yang disediakan lembaga otoritas keuangan. Selain itu, dibutuhkan strategi komunikasi publik yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan guna mempercepat peningkatan literasi maupun inklusi," tutur Ma'ruf.