Kumparan Logo

Ma'ruf Dorong Industri Travel Haji dan Umrah Bersertifikat Syariah

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ma'ruf Amin yang ulang tahun di bulan Maret, juga dapat potongan tumpeng milad IAEI. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ma'ruf Amin yang ulang tahun di bulan Maret, juga dapat potongan tumpeng milad IAEI. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

Cawapres 01 Ma'ruf Amin mendorong dibuatnya aturan sertifikasi syariah untuk travel haji dan umrah.

Usulan ini sebagi respons belum adanya satupun travel haji maupun umrah yang memiliki sertifikat tersebut.

"Ya, itu harus didorong supaya kita mengembangkan sistem syariah itu. Perbankan sudah, pasar modal juga sudah, bisnis yang lain sudah, masa bisnis haji dan umrah malah belum," kata Ma'ruf usai hadiri acara milad Ikatan Ahli Ekonomi Islam ke 15 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (6/3).

"Ini karena memang belum ada aturan yang memaksa, perlu ada aturan bahwa izin dari Kementerian Agama dikeluarkan kalau sudah ada sertifikat syariah," jelasnya.

Ma'ruf menuturkan saat ini ada lebih dari 1.000 travel haji dan umrah di Indoensia. Sertifikasi menjadi penting, untuk mencegah travel bodong seperti kasus First Travel dan Abu Tour terulang.

"Ya itu dari segi pengamanannya tentu harus ada pengawasan pengelolaan itu. Misal uang jemaah itu jangan disetor ke travel. Taruh di bank nanti bank yang melakukan sesuai tahapan-tahapan itu," imbuhnya.

Ke depannya, Ma'ruf juga menyebut sertifikat syariah tak hanya akan menyasar industri halal dan fatwa saja. Melainkan, mendorong agar industri travel haji dan umroh tersebut dapat bersaing di tingkat global.

"Kita mendorong industri halal itu tidak hanya sertifikat halal, fatwa, tapi industri kita itu harus bisa bersaing. Dengan industri halal dengan misalnya dari Korea, China yang sekarang mereka kuasai dunia," ungkap Ma'ruf.

"Tapi justru produk kita tertinggal juga. Kita harus terpacu industri halal, supaya produk kita lebih lancar," tutupnya.