Kumparan Logo

Masa Pandemi Tak Menentu, Ini 4 Strategi Supaya UMKM Dapat Bertahan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kamu pelaku UMKM? Lakukan 4 strategi ini untuk bertahan di masa pandemi! Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Kamu pelaku UMKM? Lakukan 4 strategi ini untuk bertahan di masa pandemi! Foto: Shutterstock.

Semua jenis bisnis merasakan dampak pandemi yang membuat geliat ekonomi nasional menjadi lemah, salah satunya pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Bukan tak mungkin hingga sampai saat ini ribuan UMKM yang harus gulung tikar karena tidak lagi mendapat keuntungan.

Absennya kontribusi UMKM dalam pembangunan infrastruktur ekonomi nasional tentu memberikan dampak yang lebih signifikan. Bagaimana tidak, UMKM merupakan jenis usaha yang paling aktif dan mendominasi. Dilansir Kominfo (2020), Indonesia memiliki 3,79 juta UMKM. Bayangkan jika penopang ekonomi bangsa ini tidak dapat bertahan.

Walaupun demikian, ini bukan berarti jalan buntu. Salah satu bentuk perjuangan yang dilakukan negara ini terlihat dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 yang diinisiasi oleh pemerintah. PEN 2021 memberikan dukungan bagi UMKM lewat perlindungan sosial dan suntikan dana. Dengan bantuan yang ada, UMKM dapat kembali hidup. Tentunya hal ini merupakan angin segar bagi para pelaku usaha kecil dan menengah.

Namun, apakah kiat tersebut cukup? Tentu tidak! Sebagai pemilik dan pelaku UMKM, Anda harus memiliki strategi yang apik untuk merancang rencana bisnis alias business plan. Ya, UMKM juga perlu business plan yang terstruktur dan terintegrasi supaya dapat bertahan di masa pandemi yang serba tak pasti.

Sebelum jauh-jauh menentukan omzet penjualan. Ambil waktu untuk persiapkan UMKM Anda dengan melakukan empat strategi ini. Lakukan satu-persatu dengan hati-hati!

1. Bangun pola pikir yang adaptif dan bertumbuh

Growth mindset adalah kunci UMKM yang dapat terus berkembang. Foto: Shutterstock.

Sebagai langkah pertama, pelaku UMKM perlu mengimplementasi pola pikir yang adaptif, bertumbuh, dan efektif. Semua sifat ini dapat ditemukan dalam growth mindset.

Seperti namanya, growth mindset merupakan kunci untuk dapat terus berkembang dan melihat seluruh peluang sebagai ruang untuk bertumbuh dan berkembang. Mau itu hasilnya baik atau tidak, besar atau kecil; setiap kesempatan adalah jalan menuju adaptasi, pertumbuhan, dan solusi. Dengan begitu, UMKM bisa memiliki pandangan yang berbeda.

Misalnya, UMKM menghadapi permintaan (demand) yang begitu banyak tetapi tenaga kerja yang bekerja selama ini masih sedikit. Dari sini, pelaku UMKM yang memiliki growth mindset tidak akan buru-buru menambah karyawan tetap, tetapi akan coba melihat efektivitas dari proses produksi terlebih dahulu dan mempertimbangkan penambahan karyawan paruh waktu.

Contoh lainnya, stigma terhadap UMKM sebagai jenis usaha yang tidak maju, semrawut, dan jadul; sekarang waktunya buktikan bahwa UMKM juga dapat bertahan di masa serba digital. Jika dulu UMKM dikatakan tidak mudah diakses, kini waktunya kamu untuk membuktikan hal tersebut tidak benar dan berlanjut ke poin kedua!

2. Rambah ranah digital dan jual produk atau jasa secara online

Belajar dan kembangkan UMKM ke ranah digital. Foto: Shutterstock.

Jika pola pikir yang baru telah terbentuk, sekarang waktunya untuk merencanakan ekspansi bisnis, yaitu lewat publikasi dan promosi produk atau jasa. Jika dulu UMKM dapat bertahan hanya dengan membuka toko fisik (offline), masa pandemi tentu menciptakan peraturan baru.

Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat di masa pandemi, sudah banyak pihak yang menyediakan platform digital sebagai lapak yang baru untuk bertransaksi. Nah, pelaku UMKM dapat mulai merambah ranah digital dan memilih e-commerce atau marketplace yang tepat dan sesuai dengan target pasar.

Jika Anda masih pemula, jangan lupa untuk melakukan riset dan perbandingan dengan penjual lainnya. Pelajari bagaimana cara pelaku usaha yang lain mempromosikan produk atau jasanya terlebih dahulu, lalu ciptakan caramu sendiri.

3. Memanfaatkan produk asuransi dan investasi untuk menjaga keberlangsungan UMKM

Investasi dan asuransi adalah solusi pertumbuhan serta proteksi ekonomi di masa pandemi. Foto: Shutterstock.

Apa pun jenisnya, seluruh bisnis perlu berjaga-jaga supaya dapat tetap bertahan di masa-masa sulit, begitu pula bagi UMKM. Sama seperti pertama kali ketika pandemi COVID-19 menyerang kegiatan ekonomi, banyak pelaku UMKM yang akhirnya harus mundur karena tidak memiliki rencana cadangan atau yang biasa disebut plan B.

Supaya aman dari guncangan ekonomi, Anda perlu mempertimbangkan asuransi dan investasi sebagai rencana cadangan. Asuransi akan memberikan manfaat proteksi jika UMKM mengalami musibah; mulai dari kerusakan peralatan, bencana alam, dan lain-lain.

Investasi juga dapat menjadi pilihan karena keuntungan yang diperoleh dari penjualan UMKM tidak hanya akan berhenti alias stuck menjadi aset “diam”. Dengan meletakkan sebagian dari keuntungan di produk investasi yang terjamin, UMKM memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan pasif.

4. Tentukan tempat menabung yang praktis dan menguntungkan

Dengan tempat menabung yang menguntungkan, UMKM tidak akan merugi. Sudah tahu tentang Tabungan BRI Simpedes? Foto: Shutterstock.

Untuk menentukan tempat menabung yang tepat, Anda harus mulai dengan pertanyaan: Apa fungsi tabungan bagi UMKM? Misalnya, jika UMKM menggunakan tabungan sebagai brankas cash flow, berarti Anda harus mencari produk tabungan dengan fasilitas transaksi keluar dan masuk yang praktis.

Contoh lainnya, jika UMKM membutuhkan tempat menabung yang dapat diaktifkan tanpa modal besar, fleksibel dan mudah diakses, serta memberikan banyak keuntungan tambahan; berarti Anda harus melirik Tabungan BRI Simpedes, si serba bisa. Hadir dengan wajah baru, Tabungan BRI Simpedes dapat menjadi solusi perbankan bagi UMKM.

Jika semula diberikan stigma “hanya dimiliki orang tua”, “tidak digital”, dan “identik dengan pedesaan”; kini Tabungan BRI Simpedes telah mengambil langkah berani untuk menyediakan tempat menabung yang mendukung laju digitalisasi, memajukan UMKM, serta menyimpan banyak fitur tambahan.

Tabungan BRI Simpedes memberi makna, membuka jalan untuk memajukan UMKM lewat fitur dan fasilitas yang tersedia. Mulai dari kenyamanan dan keamanan untuk membuka rekening serta bertransaksi di mana saja. Setelah bergabung, Tabungan BRI Simpedes memberikan kemudahan untuk mengembangkan usaha lewat biaya administrasi yang bebas, manfaat tambahan lewat investasi dan asuransi, dan berbagai program hadiah.

Apa pun usahamu, bergabunglah bersama Simpedes! Dok. BRI.
  • Bisa mengembangkan usaha, melalui pendampingan dan pelatihan bagi para pelaku UMKM yang berpengalaman, hingga membuka jalan untuk pemasaran yang lebih luas. Semua lewat aplikasi Link UMKM. Selengkapnya di sini.

  • Bisa transaksi di mana saja, lewat layanan BRImo dan Agen BRIlink dengan teknologi fingerprint yang aman. Anda juga dapat mengecek mutasi panjang, tarik tunai tanpa kartu, isi pulsa, top-up saldo dompet digital, isi token listrik, dan masih banyak lagi.

  • Bisa buka rekening di mana saja, melalui BRImo (BRI Mobile) atau klik di sini! Semua dapat diakses lewat smartphone Anda.

  • Bisa dapat hadiah! Semua nasabah Tabungan BRI Simpedes berkesempatan untuk mendapatkan hadiah dari “Panen Hadiah Simpedes”. Selengkapnya di sini.

  • Bisa bebas biaya administrasi bagi nasabah biasa dan pelaku UMKM, tersedia Simpedes Impian dan Simpedes Usaha yang tidak memungut biaya bulanan.

  • Bisa dapat asuransi dan investasi, melalui produk Asuransi Mikro KKM, Asuransi Mikro Kerusakan Tempat Usaha, dan Asuransi Mikro RumahKu di BRI Unit. Untuk investasi, dapat menggunakan produk DPLK BRI.

Siap jadikan UMKM Anda kuat di masa pandemi bersama Tabungan BRI Simpedes, si serba bisa? Hanya dengan setoran awal Rp 50 ribu, Anda dapat rasakan segudang manfaatnya! Info selengkapnya, hubungi call center BRI di 14017 atau 1500017, atau lewat media sosial di sini.

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan BRI