Masih Ada Dusun di Pulau Jawa Belum Dialiri Listrik, Bahlil Ungkap Alasannya

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan alasan masih ada rumah di Pulau Jawa yang belum teraliri listrik. Padahal, infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut lebih matang dibanding pulau lainnya.
Bahlil menjelaskan biaya pemasangan listrik untuk satu rumah bisa mencapai Rp 2 juta, angka yang notabene cukup mahal terutama untuk masyarakat berpendapatan rendah. Untuk itu, pemerintah menyediakan berbagai bantuan.
"Kenapa belum ada listrik? Karena saudara-saudara kita ini satu kali pasang itu kan untuk kelas menengah ke bawah itu, harganya Rp 2 juta, dan mereka selalu menyambung dari rumah tetangga," ujar Bahlil saat ditemui di Cilamaya Wetan, Karawang, dikutip pada Jumat (16/10).
Selain itu, Bahlil menuturkan secara umum kendala utama banyaknya rumah belum mendapatkan listrik yakni infrastruktur, apalagi di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) seperti Provinsi Papua Pegunungan yang sulit diakses oleh PT PLN (Persero).
"Untuk PLN masuk itu antara biaya investasi dan pelanggannya, itu hitungan ekonominya enggak masuk," ungkap Bahlil.
Sama halnya dengan Pulau Jawa, Bahlil menyebutkan masih banyak desa yang tidak terjangkau infrastruktur listrik dan terlalu mahal bagi investasi PLN. Dengan begitu, dia menjamin pemerintah membantu demi keadilan bagi seluruh masyarakat.
"Di Jawa pun demikian. Ada satu dusun. Dusun yang mungkin jauh dari jalan raya yang enggak ada tiang listriknya. Mungkin ada sekitar satu kilo, katakanlah begitu. Itu kalau PLN hanya menarik satu kilo pasang tiang untuk memenuhi seratus rumah, mungkin perhitungan ekonominya nggak masuk," terang Bahlil.
Bahlil mencatat masih ada sekitar 11.000 desa yang belum mendapatkan pasokan listrik. Untuk mempercepat pencapaian target 100 persen rasio elektrifikasi, pemerintah mencanangkan Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Dia memastikan seluruh rumah bisa mendapatkan listrik sekitar tahun 2029-2030. Pada tahun ini, setidaknya ada 4.000 rumah tangga yang akan mendapatkan bantuan listrik.
"Nah ini yang kita akan mendorong program ini, perintah Bapak Presiden Prabowo, adalah harus kita pastikan semua desa di 2029-2030, semuanya listrik, semua sudah ada," tutur Bahlil.
Melalui Program Lisdes Tahun Anggaran 2025, pemerintah membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 0,549 kilometer sirkuit, Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 0,91 kilometer sirkuit, serta satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA di Dusun Prau Bosok. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk melayani 93 calon pelanggan rumah tangga.
Lisdes dilengkapi dengan BPBL bagi rumah tangga yang belum memiliki sambungan listrik sendiri. Penerima BPBL memperoleh instalasi listrik rumah, pengujian dan Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan ke jaringan PLN dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp 100.000.
Di tingkat Provinsi Jawa Barat, Program Lisdes 2025 telah menjangkau 210 lokasi dan melayani 10.893 pelanggan. BPBL pada tahun yang sama diberikan kepada 15.831 rumah tangga, dan pada 2026 ditargetkan menjangkau 25.000 rumah tangga.
