Masih Rugi Rp 6 Triliun, Ini 3 Strategi GoTo Agar Bisa Untung
·waktu baca 2 menit

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membeberkan 3 strategi bisnis agar bisa mencetak profit ke depan. Ketiganya adalah strategi optimasi operasional, efisiensi pemasaran dan monetisasi.
Chief Financial Officer GOTO Wei-Jye Jacky Lo mengatakan, GoTo akan terus mengoptimalkan pengeluaran untuk mendukung pertumbuhan serta tujuan investasi perusahaan. Lewat mendorong sinergi ekosistem, GoTo akan menjangkau lebih banyak pelanggan, driver, dan pedagang
“Strategi ini membawa hasil bisa dilihat dengan peningkatan margin 2022 dibanding kuartal empat 2021. Sepanjang kuartal pertama 2022, perusahaan mencatat kontribusi margin dan EBITDA sebesar masing-masing 24 poin persentase dan 14 poin persentase,” kata Jacky pada paparan publik, Jumat (10/6).
“Peningkatan efisiensi disertai strategi pertumbuhan solid, akan mengakselerasi langkah kami menuju profitabilitas. Kami mencatat margin kontribusi positif di bulan Februari dan Maret 2023,” tambah dia.
Jacky juga mencermati perbaikan take rate untuk meningkatkan produk premium dengan memberikan layanan nilai tambah. Take rate Grup GoTo pada kuartal pertama 2021 meningkat dari 3,5 persen menjadi 3,7 persen year-on-year, sebagai hasil dari inisiatif monetisasi, peningkatan value added service, peluncuran produk serta layanan premium.
Sementara itu, Group CEO GoTo Andre Soelistyo mengatakan pihaknya berkomitmen pada tiga hal penting yaitu mencapai pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan, mempercepat profitabilitas perusahaan, serta memperkuat sinergi antar-platform di dalam ekosistem GoTo.
Berdasarkan laporan keuangan GoTo di kuartal I 2022, perusahaan masih mencatatkan rugi periode berjalan sebesar Rp 6,6 triliun. Perolehan rugi ini naik 237,87 persen dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp 1,95 triliun.
Pendapatan bersih GoTo juga tercatat Rp 1,49 triliun di kuartal I 2022 atau naik 65,48 persen dibanding kuartal pertama 2021 sebesar Rp 904 miliar. Sektor imbalan jasa berkontribusi 33,84 persen terhadap total pendapatan bruto Perusahaan sebesar Rp 5,2 triliun.
