Masuk ke Bisnis Manufaktur, Argon Group Bangun Pabrik Alkes di Cikarang
·waktu baca 3 menit

Argon Group, perusahaan distributor alat farmasi kini masuk ke bisnis manufaktur. Perusahaan akan memproduksi alat-alat kesehatan di dalam negeri.
Direktur utama Argon Group Krestijanto Pandji mengatakan perusahaan tengah menyelesaikan pembangunan pabrik produk alkes di kawasan industri Jababeka 2, Cikarang, Jawa Barat.
"Argon Group bahkan siap meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) menjadi 50 persen pada 2024, sesuai dengan instruksi pemerintah," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (27/12).
Dia menjelaskan, pembangunan pabrik produk alkes ini menjadi salah satu cara perusahaan ikut andil menguatkan arsitektur sektor kesehatan Indonesia. Pada KTT G20 di Bali bulan lalu, penguatan sektor kesehatan global menjadi salah satu isu yang dibahas secara serius agar dunia pulih dari COVID-19.
Arsitektur kesehatan global diperkuat lagi dengan tiga sub agenda sektor kesehatan pada Presidensi Indonesia di G20, yang sejalan dengan 6 pilar transformasi sektor kesehatan nasional.
Tiga sub agenda tersebut, pertama, membangun ketahanan sistem kesehatan global, kedua, menyelaraskan standar protokol kesehatan global, dan ketiga mengembangkan pusat manufaktur dan pengetahuan global untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap pandemi.
Krestijanto mengatakan bisnis yang dimiliki dari hulu ke hilir oleh Argon Group selam 42 tahun di industri kesehatan sebagai distributor produk farmasi dan kesehatan, ikut mendukung transformasi kesehatan nasional, salah satunya dengan memperkuat pilar ke-3, yaitu transformasi sistem ketahanan kesehatan, terutama sektor farmasi dan alat kesehatan.
“Platform kami terdiri dari 33 cabang, 4 kantor perwakilan, 1 pusat distribusi nasional, dan 33 gudang serta lebih dari 800 tenaga penjual dan 2.388 tenaga profesional. Mereka mengelola 6.000 SKU untuk melayani 70.100 pelanggan, yang terdiri dari rumah sakit, klinik dan sarana apotek,” kata Krestijanto.
Dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin sadar akan kesehatan dan kebijakan pemerintah yang mengutamakan produk dalam negeri, masa depan industri farmasi dan alat kesehatan akan sangat menjanjikan.
Argon Group, melalui PT Djembatan Dua, telah memiliki visi kemandirian produk dalam negeri sejak 2011 melalui peluncuran produk alat kesehatan dengan merek Stardec.
Argon Group juga memperkuat pilar ke-6 transformasi kesehatan nasional yaitu transformasi teknologi kesehatan. Menjawab kebutuhan pasar online yang terus berkembang, perusahaan bikin anak usaha baru, yaitu PT Karsa Inti Tuju Askara (KITA).
KITA memperluas akses masyarakat akan kebutuhan obat melalui salah satu produk layanan bernama GoApotik, sebuah pharmacy aggregator yang bertujuan untuk menghimpun rekanan apotek resmi guna memenuhi kebutuhan obat-obatan dan vitamin yang dapat diakses langsung oleh masyarakat secara online.
"KITA memiliki keunggulan digital platform dan fokus pada penjualan obat yang dapat diakses di seluruh Indonesia melalui lebih dari 4.000 rekanan apotek,” ujar Komisaris KITA, Wimala Widjaja.
