Masyarakat Diimbau Tak Perlu Panic Buying Imbas Merebaknya Virus Corona

Banyak masyarakat yang melakukan panic buying atau membeli bahan kebutuhan secara berlebih seiring dengan masifnya penyebaran Covid-19 atau virus corona. Masyarakat yang menyerbu ritel-ritel itu sebagai upaya untuk melakukan stok barang.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N. Mandey mengamini hal itu. Pihaknya pun lantas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying akibat rasa takut tak kebagian barang kebutuhan.
“Dikarenakan tindakan yang over atau berlebihan ini justru membuat kepanikan atau fobia baru lainnya yang tidak perlu terjadi, di saat sebenarnya seluruh kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dan tercukupi dengan baik," ujar Roy kepada kumparan, Senin (2/3).
Lebih lanjut, Roy menekankan hal penting yang justru harus dipersiapkan oleh masyarakat ialah bagaimana kita bisa menjaga kesehatan diri serta keluarga sehingga tidak cepat terpengaruh oleh kabar hoax maupun berita yang tidak terpercaya yang diviralkan oleh oknum.
Namun sebaliknya, kata dia, masyarakat hanya percaya dan mengikuti berita yang disampaikan oleh Kementerian dan Lembaga Pemerintah, yang secara langsung disiarkan melalui jaringan media dan televisi terpercaya ke seluruh wilayah Indonesia.
Roy juga meminta agar peritel anggota Aprindo terus dan tetap melayani kebutuhan masyarakat. Di samping itu, peritel juga perlu bisa mengambil tindakan atau kebijakan yang dianggap perlu untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan cukup dan baik. Begitu pun masyarakat, agar tak panik.
"Anggota peritel Aprindo (toko modern) selalu siap untuk hadir dan cukup dalam memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan bagi masyarakat di seluruh Indonesia," kata dia.
Serupa, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah juga menghimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying dan membeli kebutuhan secukupnya saja.
“Persediaan barang pada gerai anggota kami cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan kami telah berkoordinasi dengan asosiasi produsen dan suplier distributor untuk memastikan persediaan guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
