Mata Uang Meksiko Terus Melemah

Bank Sentral Meksiko saat ini menghadapi keputusan yang sulit untuk mengatasi inflasi di tengah situasi perekonomian yang lesu. Dikutip dari Reuters, Rabu (22/2), Deputi Gubernur Bank Sentral, Alejandro Diaz de Leon mengatakan, tekanan global menyebabkan perekonomian melambat dan tingginya inflasi.
“Kami tengah berada di situasi yang sulit,” ujarnya.
Diaz de Leon juga mengungkapkan, inflasi yang tinggi tersebut berasal dari pelemahan mata uang peso serta merangkaknya harga bahan bakar minyak. Keduanya mengancam pertumbuhan ekonomi Meksiko ke depan sebagai imbas kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terhadap Meksiko.
Seperti diketahui, sejak pelantikan Trump sebagai Presiden AS, perekonomian Meksiko ikut terpukul. Bahkan, nilai tukar peso terus melemah sejak Trump menjabat sebagai Presiden pada Januari 2017.
Mengutip data perdagangan Reuters, peso terpantau terus turun sejak pelantikan Trump pada 20 Januari 2017. Saat itu, posisi peso berada di level 21,59 per dolar AS. Hari ini, peso terpantau merosot di level 20,01 per dolar AS.

