Kumparan Logo

Mau Bermitra dengan Bulog Jualan Sembako? Begini Caranya

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bulog adakan giat ketersediaan pasokan (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Bulog adakan giat ketersediaan pasokan (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)

Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Perum Bulog memberikan kesempatan bagi masyarakat yang siap untuk mendirikan outlet untuk menjual komoditas pangan milik Bulog. Saat berdiri, outlet itu nantinya dibina langsung oleh Perum Bulog.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Karyawan Gunarso, menjelaskan bahwa terdapat dua pilihan bagi masyarakat yang siap menjual produk Bulog, yakni Rumah Pangan Kita (RPK), dan Toko Baitul Pangan (Tobatan).

Dia menjelaskan, RPK dikhususkan untuk outlet yang dibuat oleh masyarakat, baik individu, toko, maupun koperasi. Sedangkan Tobatan adalah outlet yang berlokasi di masjid/musala dengan pola kerja sama pembelian komoditi dengan harga dasar.

“Kita melakukan intervensi harga dengan berbagai cara, salah satunya ke outlet RPK atau Tobatan dengan produk Bulog,” ucapnya kepada kumparan, Kamis (7/6).

Gunarso memaparkan bahwa untuk membuat RPK, masyarakat hanya perlu mengisi formulir, memiliki tempat untuk outlet penjualan, fotokopi identitas, surat keterangan domisili dari RT/RW, dan melakukan pembelian awal komoditas Bulog.

Sedangkan untuk Tobatan, masjid/musala harus terdaftar sebagai anggota Dewan Masjid Indonesia (DMI). Kemudian melampirkan surat keterangan domisili, memiliki SDM, memiliki ruangan untuk dijadikan toko, dan pembelian awal minimal Rp 15 juta.

“Untuk mendaftar membuka RPK atau Tobatan, gratis tidak dipungut biaya. Kita juga akan menggratiskan biaya promosi seperti spanduk, kartu nama, x banner,” jelas Karyawan.

Dia menambahkan, keuntungun membuat RPK atau Tobatan ialah mendapat pasokan pangan berkualitas baik dan terjangkau dari Bulog, gratis biaya pengiriman dengan jumlah tertentu, dan mendapat dukungan sistem IT penjualan.

“Dengan membuat RPK atau Tobatan, masyarakat secara otomatis membantu pemerintah dalam stabilisasi harga pangan,” paparnya.