Kumparan Logo

Mau Memulai Investasi Obligasi? Begini Caranya

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi investasi. (Foto: Stevepb via Pixabay (CC0 Public Domain))
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi investasi. (Foto: Stevepb via Pixabay (CC0 Public Domain))

Investasi merupakan salah satu upaya kita untuk menjaga keuangan di masa mendatang. Ada berbagai macam instrumen investasi, salah satunya yakni surat utang atau obligasi.

Berikut kumparan merangkum langkah-langkah membeli surat utang bagi investor pemula.

Analis Ekonomi BNI Sekuritas, Ronny P Sasmita, mengatakan bahwa pada dasarnya pembelian obligasi maupun saham sama saja. Hanya saja untuk pembelian obligasi, calon investor harus cermat mencari informasi terkait harga dan berapa penawarannya pada perusahaan sekuritas.

"Setelah mendapat informasi, terkait harga dan jangka waktu di perusahaan sekuritas, selanjutnya calon investor akan mendaftar untuk membuka akun. Nah di sana kita akan diberikan akses user name dan password," ucapnya kepada kumparan, Kamis (4/10).

Ronny menambahkan, bagi calon investor yang pernah membuka saham, maka ia tak perlu lagi untuk membuka akun baru untuk obligasi.

"Tinggal split, tapi kalau belum, ya berarti harus pergi ke sekuritas," imbuhnya.

Dalam pembukaan akun menurutnya ada beberapa pilihan dalam mebuka saldo rentang harga minimal di bawah Rp 10 juta hingga sebanyak budget kita.

"Minimal ada di bawah Rp 10 juta-an. Kalau semula midle market bisa Rp 50 juta-Rp 100 juta namanya obligasi ritel, harganya itu sangat murah nanti akan ditentukan satuannya berapa lembar," ucapnya.

Uang rupiah desain baru yang diterbitkan BI (Foto:  Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Uang rupiah desain baru yang diterbitkan BI (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Selain itu kita dapat mengunduh aplikasi melalui Play store maupun Apple store. Nanti perusahaan sekuritas akan memberikan informasi terkait aplikasi tersebut. Tujuannya agar dapat melakukan transaksi jual-beli obligasi. Selain itu juga untuk mengecek apakah kita telah terdaftar atau belum.

"Nanti itu terdaftar di KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia), nah nanti bisa kita cek di situ kalau punya akun atau tidak. Setelah itu kita juga akan dikasih nomor dan kartu anggota," imbuhnya.

Ronny menambahkan, setelah melalui semua prosedur tersebut maka calon investor telah dapat bertransaksi untuk membeli obligasi, dengan pengisian saldo pada pembukaan rekening tentunya.

"Melalui penerbitan obligasi atau surat utang ini, maka penerbit obligasi atau debitur diuntungkan dengan perolehan pembiayaan investasi jangka panjang dimana sumber dana berasal dari luar perusahaan," pungkasnya.