Bisnis
·
11 September 2020 18:15

Maybank Indonesia Beberkan Tantangan Transaksi Digital Saat Pandemi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Maybank Indonesia Beberkan Tantangan Transaksi Digital Saat Pandemi (542077)
searchPerbesar
Gedung Maybank bergaya kolonial di Surabaya Foto: Shutter Stock
Era new normal saat pandemi mengharuskan masyarakat beradaptasi dengan kondisi tersebut, termasuk di sektor keuangan. Transaksi digital pun meningkat drastis selama masa pandemi.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), transaksi digital meningkat 64 persen (yoy) per Juni 2020. Volume transaksi digital juga naik 37 persen (yoy), sementara pembukaan rekening secara online mencapai 5.100 per harinya.
Head Strategy Transformation & Digital Office Maybank Indonesia Michel Hamilton mengatakan, saat ini sudah 63 persen penduduk di Indonesia yang bertransaksi menggunakan smartphone. Namun, ada sejumlah tantangan atau risiko yang harus dihadapi masyarakat. Mulai dari pengelabuan atau phishing, malware, scam, hingga penipuan dengan kartu sim.
“Di masa pandemi saat ini sebanyak 63 persen masyarakat Indonesia dalam range usia 20 tahun hingga 54 tahun telah mengadopsi layanan digital banking. Tentu apa yang mendrive orang bertransaksi digital yang pasti security. Jadi kita harus memastikan security baik," ujar Michel dalam webinar Maybank Indonesia, Jumat (11/9).
Maybank Indonesia Beberkan Tantangan Transaksi Digital Saat Pandemi (542078)
searchPerbesar
Ilustrasi Fintech. Foto: Shutter Stock
Dia menambahkan, saat ini beragam cara bisa dilakukan pelaku kejahatan untuk mendapatkan identitas korban hanya dengan menggunakan alat komunikasi seperti smartphone. Tak tanggung-tanggung bahkan modus bisa melalui pesan elektronik atau telepon ke nasabah.
ADVERTISEMENT
"Cyber meningkat mengatasnamakan offical bank malware, bisa hanya lewat panggilan telepon dan bisa lewat SMS agar bisa mendapatkan data nasabah agar bisa masuk ke aplikasi digital perbankan," jelasnya.
Oleh karena itu, keamanan data menjadi penting bagi para nasabah. Tak terkecuali pelaku jasa keuangan dan regulator yang harusnya memberikan rasa aman bagi nasabah.
“Tak lupa tentunya kewaspadaan dan kesadaran masyarakat juga harus hadir agar terhindar dari tindak kejahatan,” kata Michel.
Maybank Indonesia sendiri memiliki layanan digital banking yang dipastikan keamanan datanya, yakni Maybank2u (M2U). Selama masa pandemi ini, penggunaan M2U meningkat drastis.
“Sepanjang semester I 2020 transaksi keuangan yang dilakukan melalui M2U tercatat sebanyak 4,5 juta transaksi atau naik 136 persen secara year on year,” ungkap Director of Operations Maybank Indonesia, Widya Permana dalam Webinar Financial Services Breakthrough in Pandemic, Sabtu (29/8).
ADVERTISEMENT
Bahkan Widya mencatat lebih dari 45.000 rekening baru dibuka melalui M2U dalam paruh pertama tahun ini.
Menurut Widya selama semester I 2020, Maybank mencatat lebih dari 94 persen transaksi dilakukan melalui digital channel. Angka tersebut terdiri dari 64 persen transaksi dilakukan melalui aplikasi M2U, 24 persen lewat ATM dan 4 persen lewat layanan SMS. Sedangkan nasabah yang datang ke kantor cabang hanya tercatat 9 persen.
“Betul, dengan adanya PSBB orang enggak bisa keluar untuk transaksi. Tapi mereka bisa melakukannya melalui digital. Transaksi itu bergeser. Transaksi makin meningkat. Itu terjadi di bank. Transaksi kita justru meningkat, bergeser dari offline payment jadi online,” pungkasnya.