Kumparan Logo

Maybank Selektif Beri Kredit dan Restrukturisasi Utang Nasabah di Tengah Pandemi

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Maybank Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Maybank Foto: Reuters

Di masa pandemi yang belum juga usai, PT Bank Maybank Indonesia Tbk tetap menyalurkan kredit, termasuk ke nasabah baru. Tapi, penyalurannya dilakukan selektif, hanya kepada nasabah yang bisnisnya tidak terdampak virus corona.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan cukup banyak nasabah yang mengajukan kredit dengan lini bisnis tak terdampak wabah corona. Misalnya nasabah di sektor usaha kebutuhan dasar masyarakat seperti makanan dan minuman. Pun dengan pelaku usaha di bidang sandang seperti bahan baku pakaian.

"Strategi kami tidak berubah, kami selalu ikuti pergerakan debitur kami. Tidak berhenti salurkan kredit tapi menyalurkan ke nasabah yang bisnisnya tidak terdampak atau minimal terdampaknya," kata dia dalam public expose Maybank secara virtual, Kamis (24/9).

Hingga semester I 2020, total kredit bank turun 14,6 persen menjadi Rp 115,7 triliun secara tahunan (year on year) dan kredit perbankan global turun 5,4 persen menjadi Rp 35,8 triliun. Meski begitu, kredit ini berhasil tumbuh sebesar 1,4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya didukung oleh segmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Maybank Tower Foto: Wikimedia Commons

Sementara itu, Kredit Non-Ritel Community Financial Services (CFS) turun 22,3 persen menjadi Rp 42,4 triliun karena bank menerapkan strategi untuk membatasi risiko (de-risking) bagi perbankan bisnis dalam mengatur kembali portofolio yang tidak sesuai dengan tingkat risiko (risk appetite) bank. Pinjaman Ritel CFS turun 12,9 persen menjadi Rp 37,5 triliun yang disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat saat ini.

Selain selektif menyalurkan kredit baru, hal yang sama juga diterapkan pada restrukturisasi utang nasabah. Direktur Manajemen Risiko Maybank Indonesia Effendi Hengki mengatakan, hingga 22 September 2020, bank telah restrukturisasi Rp 14 triliun kepada nasabah.

"So far yANG sudah kita identifikasi sekitar Rp 19 triliun yang ter-impact dan kita sudah berikan relaksasi Rp 14 triliun. Masih ada Rp 5 triliun yang masih proses. Tidak semua debitur ter-impact kita kasih relaksasi, tapi mesti dilihat case by case," ujar Effendi.

Kata dia, sejauh ini belum banyak debitur yang bermasalah. Kemungkinan karena mereka masih menikmati relaksasi restrukturisasi yang diberikan ini. Perubahannya akan terlihat pada awal tahun depan karena restrukturisasi yang diberikan Maybank tidak lama, hanya sekitar enam bulan.