Mayoritas Konsumen di Indonesia Rela Bayar Lebih demi Produk Berkelanjutan

Bagi banyak masyarakat urban, keputusan untuk hidup lebih berkelanjutan kini dimulai dari langkah paling sederhana: apa yang masuk ke dalam keranjang belanja.
Di tengah maraknya pilihan produk ramah lingkungan dan meningkatnya kesadaran ekologis, aktivitas berbelanja telah bertransformasi menjadi aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Temuan PwC Voice of the Consumer Survey 2024 mencatat bahwa lebih dari 80% konsumen Indonesia bersedia membayar lebih untuk produk berkelanjutan atau bersumber dari bahan baku ramah lingkungan.
Secara rata-rata, mereka bahkan rela merogoh kocek hampir 10% lebih dalam demi produk berwawasan lingkungan. Angka ini menegaskan bahwa sustainability telah bergeser dari sekadar wacana aspiratif menjadi komponen esensial dalam pertimbangan pembelian.
Bagi pelaku usaha, pergeseran preferensi ini mengirimkan sinyal kuat: keberlanjutan bukan lagi sekadar nilai tambah (value added), melainkan strategi utama penentu daya saing bisnis. Brand yang mampu menyelaraskan produk dan layanannya dengan kesadaran konsumen terbukti lebih sigap dalam membangun loyalitas jangka panjang.
Meski demikian, tantangan terbesar industri saat ini bukan lagi menumbuhkan kesadaran (awareness), melainkan menjembatani niat menjadi aksi yang nyata. Banyak konsumen berinisiatif tinggi namun kerap terkendala oleh keterbatasan akses, variasi produk, serta transparansi informasi.
Ruang-ruang kolaborasi publik menunjukkan bahwa konsumen modern mendambakan lebih dari sekadar barang ramah lingkungan, mereka ingin memahami narasi di balik produk, berjejaring langsung dengan para pelaku usaha, serta menggali inspirasi praktis.
Semangat inilah yang mendasari langkah Blibli Tiket Action untuk menghadirkan kembali Langkah Membumi Market 2026. Dirancang lebih dari sekadar pameran, ajang ini memadukan edukasi, pengalaman interaktif, dan kurasi pasar untuk mendekatkan gaya hidup berkelanjutan ke ranah praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui diskusi bersama para pemimpin industri, workshop aplikatif, hingga curated brands sadar lingkungan, inisiatif ini berupaya menutup celah antara niat dan aksi.
Rekam jejak penyelenggaraan sebelumnya mencatat partisipasi lebih dari 40 tenant kurasi serta lonjakan nilai belanja pengunjung hingga dua kali lipat, membuktikan tingginya antusiasme pasar dalam mengonversi kepedulian menjadi transaksi nyata.
Bagi pelaku usaha, momentum ini menjadi peluang untuk terhubung dengan audiens yang semakin peduli terhadap sustainability.
Sementara bagi masyarakat, kehadiran berbagai pilihan produk, solusi, dan pengalaman yang relevan dapat membantu menjadikan sustainable lifestyle sebagai bagian dari keputusan sehari-hari.
Pada akhirnya, tantangan mewujudkan masa depan hijau bukan lagi tentang bagaimana mengajak orang untuk peduli, melainkan tentang bagaimana membuat pilihan berkelanjutan menjadi opsi yang paling mudah diakses.
Ketika ekosistem yang melibatkan konsumen, komunitas, dan pelaku industri bersinergi, sustainability berhenti menjadi tren sesaat dan bertransformasi menjadi kebiasaan kolektif yang berdampak luas.
Peran ini yang ingin terus dibangun Langkah Membumi Market mengubah kepedulian menjadi kebiasaan, dan kebiasaan menjadi dampak
