Mbah Iran Terpilih Jadi Sapi Kurban Prabowo, Dibeli Seharga Rp 90 Juta
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban dari peternak lokal untuk Idul Adha 2026. Tahun ini, Prabowo membeli sapi jenis Peranakan Ongole (PO) asal Kabupaten Bantul seberat 1 ton milik peternak bernama Sarjono.
Sarjono mengatakan, sapi klangenannya yang terpilih menjadi hewan kurban Prabowo itu bernama Mbah Iran. "Awalnya dari dokter hewan yang mengajukan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, langsung dimasukkan ke Jakarta," kata Sarjono seperti dilansir Antara, Minggu (17/5).
Ia mengetahui sapi miliknya telah terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo melalui seorang utusan dari Jakarta yang menghubunginya lewat sambungan telepon pada bulan Mei.
"Selanjutnya dari Dinas Pleret (Bantul) survei ke sini dan memberi vitamin hewan serta obat cacing agar sapi sehat," katanya.
Menurut Sarjono, Mbah Iran telah dirawat selama dua tahun. Ia membeli sapi tersebut pada saat umur tiga tahun, sehingga saat ini usia sapi sudah sekitar 5 tahun.
Senang, karena dibutuhkan sama orang nomor satu di Indonesia, (dibeli) Rp 90 juta," kata Sarjono.
Nama Mbah Iran, lanjutnya, berasal dari nama pemilik sapi sebelumnya yang merupakan peternak dari Kebumen, Jawa Tengah, hingga pada akhirnya nama tersebut saat ini melekat pada sapi itu.
"Dulu belinya saya dari Mbah Iran, terus saya namakan Mbah Iran," katanya.
Ia menjelaskan, beberapa perawatan yang dilakukan setelah sapi terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo, seperti menjaga kebersihan dengan rutin memandikannya hingga pengawasan pakan.
"Perawatan ya juga khusus sekarang semenjak itu dibeli sama Pak Prabowo itu," katanya
Sarjono mengaku sudah sejak kecil memelihara sapi, hingga saat ini ada sekitar delapan sapi yang ada di kandang dekat rumahnya.
Beberapa tahun sebelumnya, sapi miliknya juga dilirik untuk dibeli dan dijadikan hewan kurban oleh Mantan Presiden Jokowi.
"Dulu pernah itu untuk Pak Jokowi yang tahun berapa itu, tapi tidak lolos karena ada syarat yang belum terpenuhi," katanya.
