Medco E&P Blok Sumsel Optimistis Produksi Gas 65 MMSCFD hingga Akhir 2025

21 Oktober 2025 11:16 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Medco E&P Blok Sumsel Optimistis Produksi Gas 65 MMSCFD hingga Akhir 2025
Adapun produksi gas Medco E&P Blok Sumsel hingga September 2025 mencapai 53,6 MMSCFD.
kumparanBISNIS
VP Operation Onshore Medco E&P Blok Sumsel, Irfan Eka Wardhana, dalam paparan kepada media di Medco E&P Indonesia Blok Sumsel, Sumatera Selatan, Minggu (19/10/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
VP Operation Onshore Medco E&P Blok Sumsel, Irfan Eka Wardhana, dalam paparan kepada media di Medco E&P Indonesia Blok Sumsel, Sumatera Selatan, Minggu (19/10/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
ADVERTISEMENT
PT Medco E&P Indonesia menargetkan dapat mempertahankan produksi gas di South Sumatera Block (SSB) atau Blok Sumatera Selatan pada kisaran 65 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) hingga akhir 2025.
ADVERTISEMENT
VP Operation Onshore Medco E&P Irfan Eka Wardhana, menyatakan target tersebut juga akan disesuaikan dengan serapan konsumen.
“(Target) kita akan bertahan di sekitar ini ya 65-60 MMSCFD (hingga akhir 2025), tergantung serapan konsumen,” kata Irfan kepada awak media di Stasiun Pengumpul Minyak dan Gas Bumi Soka, Sumatera Selatan, Minggu (19/10).
Irfan menyampaikan sejak 17 Agustus 2025, Blok Sumsel telah mencatatkan tingkat produksi gas mencapai 65 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Adapun secara kumulatif, sepanjang periode Januari hingga September 2025, produksi gas dari blok tersebut tercatat sekitar 53,6 juta standar kaki kubik per hari.
“Mungkin tadi kan bingung tuh MMSCFD itu seberapa sih, mungkin tuh gambaran 65 MM itu kalau semuanya dijadikan listrik, itu bisa hidupin 80 juta rumah sehari loh,” tutur Irfan.
ADVERTISEMENT
Stasiun Pengumpul Minyak dan Gas Bumi Medco E&P Indonesia Soka, Sumatera Selatan. Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Ia menambahkan, produksi gas Medco E&P di Blok Sumsel telah melampaui target yang ditetapkan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), yakni sebesar 47,5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
“Besarnya target kita yang diberikan oleh SKK Migas itu adalah 47,5 MMSCFD, nah kalau di rata-rata sampai tahun 2025 ini sampai data September kita dapatnya sudah di atas target,” tutur Irfan.
Adapun PT Medco E&P Indonesia juga terus mengoptimalkan upaya penurunan emisi gas rumah kaca melalui berbagai inovasi di lapangan produksi, termasuk SSB.
Irfan menuturkan, terdapat banyak program dijalankan Blok Sumsel untuk menekan emisi, di antaranya pengurangan pembakaran gas berlebih (fuel gas optimization), pengurangan aktivitas flare (flare gas utilization), penghentian penggunaan Enclosed Ground Flare di Keramasan, serta pemanfaatan gas buang menjadi sales gas di Lapangan Matra.
ADVERTISEMENT
Hingga Oktober 2025, Medco E&P Blok Sumsel tercatat telah menurunkan emisi hingga hampir 55 ribu ton CO₂ ekuivalen per tahun, setara dengan emisi sekitar 12 ribu mobil selama satu tahun.
“Dampaknya, pada 2025 saja, kami sudah menurunkan hampir 55 ribu ton CO₂ ekuivalen per tahun, setara dengan emisi 12 ribu mobil,” tutur Irfan.