Medco Energi Cetak Laba Bersih USD 86 Juta per Kuartal III 2025, Turun 69 Persen
·waktu baca 3 menit

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan laba bersih pada 9 bulan pertama tahun 2025 atau hingga kuartal III 2025 mencapai USD 86 juta.
Chief Executive Officer Medco Energi, Roberto Lorato, menilai kinerja perusahaan masih terbilang kuat di tengah pasar komoditas sedang bergejolak, dengan terus mengoperasikan lapangan dan fasilitas baru.
"Akuisisi terbaru atas kepemilikan di PSC Sakakemang dan TGI semakin memperkuat posisi strategis kami di rantai nilai gas terintegrasi di Sumatra Selatan dan Jawa, memastikan akses terhadap pertumbuhan dan aset bernilai tambah lebih lanjut," kata Roberto melalui keterangan resmi, dikutip Sabtu (1/11).
Hingga kuartal III 2025, Medco mencatatkan EBITDA sebesar USD 946 juta, turun 3 persen dibandingkan USD 979 juta pada periode sama tahun 2024, seiring penurunan rata-rata harga minyak dari USD 80/bbl menjadi USD 68/bbl atau turun 15 persen, sementara harga gas rata-rata stabil di USD 6,9/mmbtu.
Kemudian, laba bersih perusahaan tercatat sebesar USD 86 juta, turun 69 persen dari USD 273 juta pada sembilan bulan pertama 2024. Hal ini karena penurunan kontribusi dari PT Amman Mineral Internasional (AMMN), dari sebelumnya laba USD 129 juta pada 2024, menjadi rugi USD 37 juta pada 2025, serta harga minyak lebih rendah dan pengeluaran eksplorasi dry hole.
Belanja modal telah digelontorkan sebesar USD 297 juta untuk proyek pengeboran di Oman Blok 60, South Natuna Sea Blok B, dan Corridor, serta penyelesaian proyek Ijen Geothermal Fase 1 dan East Bali Solar PV.
Sementara itu, utang bruto Medco meningkat untuk membiayai penambahan portofolio yang menghasilkan EBITDA, sementara secara riil baik utang maupun kewajiban pembayaran di muka mengalami penurunan. Utang bersih tercatat USD 2,4 miliar dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 2,0 kali.
Pengelolaan utang perusahaan berlanjut dengan tender offer dan pembelian kembali obligasi senilai USD 522 juta, serta penerbitan Obligasi Berkelanjutan IDR IV Tahap I senilai Rp 1 triliun pada Juni. Program pembelian kembali (buyback) saham yang diluncurkan pada April hingga saat ini telah dilakukan senilai 455 juta saham.
Selain itu, pemegang saham Medco menyetujui pembagian dividen interim sebesar USD 42 juta (Rp 28,3 per saham) untuk tahun buku 2025 yang akan dibayarkan pada kuartal IV 2025, menjadikan total dividen tahun kalender menjadi Rp 53,3 per saham, naik 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kepercayaan kami terhadap nilai inti bisnis kami tercermin dari program pembelian kembali saham dan peningkatan pembayaran dividen," kata Direktur Utama Medco Energi, Hilmi Panigoro.
Produksi Migas dan Ketenagalistrikan
Medco mencatat, produksi migas mencapai 150 juta barel minyak ekuivalen per hari (mboepd), sedikit lebih rendah dibanding 2024 karena permintaan gas ke Singapura melemah dan perawatan terencana di Senoro. Komposisi produksi terdiri dari 28 persen minyak dan 72 persen gas.
Pada kuartal III 2025, produksi mencapai 163 mboepd, naik 14 persen dibanding kuartal sebelumnya. Laju produksi pada September mencapai 174 mboepd berkat proyek baru di Natuna, Corridor, dan Oman, sesuai dengan panduan tahun penuh 2025 sebesar 155–160 mboepd.
Sementara dari sektor ketenagalistrikan, Medco Power menghasilkan penjualan listrik sebesar 3.188 GWh, naik 8 persen dari tahun sebelumnya, dengan 25 persen berasal dari energi terbarukan.
Produksi listrik pada kuartal III 2025 tumbuh 6 persen (QoQ) berkat kontribusi dari IPP terbarukan baru dari PLTP Ijen dan PLTS Bali Timur, serta peningkatan kinerja PLTP Sarulla.
