Melihat Blok Medco E&P di Sumsel yang Mampu Pangkas Emisi Setara 12 Ribu Mobil

20 Oktober 2025 11:31 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Melihat Blok Medco E&P di Sumsel yang Mampu Pangkas Emisi Setara 12 Ribu Mobil
Medco E&P berhasil menurunkan emisi karbon hingga 55 ribu ton CO₂ per tahun di Blok Sumsel, setara dengan emisi 12 ribu mobil, lewat inovasi efisiensi energi.
kumparanBISNIS
Stasiun Pengumpul Minyak dan Gas Bumi Medco E&P Indonesia Soka, Sumatera Selatan. Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Stasiun Pengumpul Minyak dan Gas Bumi Medco E&P Indonesia Soka, Sumatera Selatan. Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
ADVERTISEMENT
PT Medco E&P Indonesia terus mengoptimalkan upaya penurunan emisi gas rumah kaca melalui berbagai inovasi di lapangan produksi, termasuk di South Sumatra Block atau Blok Sumatera Selatan (SSB).
ADVERTISEMENT
VP Operation Onshore Medco E&P Blok Sumsel, Irfan Eka Wardhana, menyatakan bahwa pada periode 2024–2025, sejumlah program dijalankan untuk menekan emisi, di antaranya pengurangan pembakaran gas berlebih (fuel gas optimization), pengurangan aktivitas flare (flare gas utilization), penghentian penggunaan Enclosed Ground Flare di Keramasan, serta pemanfaatan gas buang menjadi sales gas di Lapangan Matra.
Hingga Oktober 2025, Medco E&P Blok Sumsel tercatat telah menurunkan emisi hingga hampir 55 ribu ton CO₂ ekuivalen per tahun, setara dengan emisi sekitar 12 ribu mobil selama satu tahun.
VP Operation Onshore Medco E&P Blok Sumsel, Irfan Eka Wardhana, dalam paparan kepada media di Medco E&P Indonesia Blok Sumsel, Sumatera Selatan, Minggu (19/10/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
“Dampaknya, pada 2025 saja, kami sudah menurunkan hampir 55 ribu ton CO₂ ekuivalen per tahun, setara dengan emisi 12 ribu mobil,” kata Irfan kepada media di Stasiun Pengumpul Minyak dan Gas Bumi Soka, Sumatera Selatan, Minggu (19/10).
ADVERTISEMENT
Flare yang masih tampak di area operasi disebut hanya berfungsi sebagai sistem pengaman, bukan lagi pembakaran besar yang menghasilkan emisi signifikan.
“Kalau ada aktivitas di operasi sumur, sistem pengaman akan bekerja dengan membakar gas, bukan melepasnya ke lingkungan. Itu yang kami jaga,” jelas Irfan.
Blok Sumsel telah beroperasi sejak 1988 dan kini memiliki total 139 sumur aktif, terdiri atas 108 sumur produksi dan 31 sumur water injection. Air hasil produksi dikembalikan ke reservoir untuk mempertahankan tekanan dan laju produksi.
Stasiun Pengumpul Minyak dan Gas Bumi Medco E&P Indonesia Soka, Sumatera Selatan. Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Luas wilayah Blok Sumatera Selatan mencapai 4.470 kilometer persegi — sekitar enam kali lebih besar dari luas Singapura. Sepanjang 2024, blok ini mencatat produksi minyak 2.320 barel per hari (BOPD) dan gas 53,62 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
ADVERTISEMENT
Energi yang dihasilkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan PT PLN, PT PGN, PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), serta masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.
“Medco E&P beroperasi dengan standar keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan yang tinggi guna memastikan pasokan energi nasional tetap andal,” sebut Irfan.