Kumparan Logo

Melihat dari Dekat Pasar Malam Ben Thanh di Vietnam

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasar Ben Thanh, Ho Chi Minh City, Vietnam  (Foto: Michael Agustinus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasar Ben Thanh, Ho Chi Minh City, Vietnam (Foto: Michael Agustinus/kumparan)

Ho Chi Minh City, kota bisnis terbesar di Vietnam, punya destinasi wisata belanja yang banyak dikunjungi turis dari berbagai negara, yaitu Pasar Ben Thanh. Di sela-sela liputan ke Vietnam pekan lalu, kumparan menyempatkan untuk berjalan-jalan ke pasar ini.

Pasar Ben Thanh terletak di kawasan Distrik 1, Ho Chi Minh City. Gedung pasar bercorak Eropa yang dibangun pada 1912 buka hingga pukul 19.00 waktu setempat. Wajah Pasar Ben Thanh berubah mulai jam tersebut.

Lapak pedagang berupa tenda-tenda terpal berwarna putih langsung memenuhi pinggir jalan di sekitar gedung Pasar Ben Thanh. Pasar malam ini menempati area yang luasnya lebih besar dibanding Malioboro di Yogyakarta.

Pasar Ben Thanh, Ho Chi Minh City, Vietnam  (Foto: Michael Agustinus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasar Ben Thanh, Ho Chi Minh City, Vietnam (Foto: Michael Agustinus/kumparan)

Menjelang pukul 19.00, para pedagang sudah mulai bersiap-siap membuka lapak. Motor-motor bebek membawa barang dagangan dan tenda dengan kecepatan kurang lebih 40 kilometer per jam.

Pedagang yang sedang membawa barang ini kerap lewat di atas trotoar dan melawan arus. Mereka pun lebih galak daripada pejalan kaki yang sebenarnya memang berhak di trotoar. Saat kumparan berkunjung, tak jarang pedagang ini meneriaki turis asing karena merasa jalannya terhalang.

Satu tangan pedagang memegang stang motor, dan satu tangan lagi menggeret gerobak berisi tenda dan barang dagangan. Cara yang cukup unik. Hanya dalam waktu kurang dari 5 menit, tenda sudah berdiri dan barang dagangan sudah berjajar.

Pasar Ben Thanh, Ho Chi Minh City, Vietnam  (Foto: Michael Agustinus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasar Ben Thanh, Ho Chi Minh City, Vietnam (Foto: Michael Agustinus/kumparan)

Tenda yang digunakan tak sama dengan tenda terpal yang biasa dipakai pedagang di pinggir-pinggir jalan Indonesia. Tenda yang dipakai pedagang di Ben Thanh lebih praktis karena tak perlu dirakit, semuanya sudah tersambung dan tinggal dimekarkan saja.

Beragam barang ditawarkan para pedagang di sini, ada suvenir berupa kaos, magnet kulkas, gantungan kunci, kopi Vietnam, makanan ringan, buah durian, kerajinan tangan, sepatu, dan sebagainya.

Soal bahasa, turis asing tak perlu khawatir. Para pedagang di pasar malam Ben Thanh bisa tawar-menawar dengan bahasa Inggris, China hingga Melayu. Mereka menyapa serta menawarkan barangnya dengan bahasa Inggris ke wisatawan asal Eropa, memakai bahasa Melayu ke turis dari Malaysia atau Indonesia.

video youtube embed

Barang-barang di lapak pasar malam ini bisa ditawar hingga setengah harga. Misalnya gantungan kunci yang dibuka dengan harga 30.000 Dong (1 Dong setara dengan Rp 0,63), bisa dibeli dengan harga 15.000 Dong saja.

Tapi tak semua barang bisa ditawar harganya. Ada sebagian kecil kios yang memasang tulisan 'Fixed Price' alias tak membuka tawar-menawar.

Pasar malam Ben Thanh buka hingga sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Menjelang tengah malam, para pedagang mulai membereskan lapaknya.