Melihat Lebih Dekat TPI Baru Labuan Bajo yang Dibangun ASDP Rp 23 M

Nelayan di Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kini boleh tersenyum lebar. Mereka sekarang memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI) baru yang dibangun PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
TPI memang sangat penting bagi nelayan dan para pelaku usaha perikanan. Mereka menggunakan fasilitas ini sebagai tempat untuk bertransaksi. Ujungnya tentu saja menjadi penopang ekonomi daerah dan nasional.
ASDP juga tidak main-main untuk membangun TPI Labuan Bajo. Mereka mendesain TPI Labuan Bajo yang baru lebih modern dan besar dibandingkan TPI yang lama. Proyek yang dikerjakan Maret 2018 dan rampung pada pertengahan November 2018 ini menghabiskan dana sekitar Rp 23 miliar.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi, mengungkapkan TPI ini nantinya akan diserahkan kepada Pemda Manggarai Barat paling lambat pada Januari 2019 mendatang.
“TPI Labuan Bajo sudah selesai dibangun, tapi belum diserahkan. Ada 125 lapak yang sudah ada penghuninya, setelah administrasinya selesai, akan segera pindah, harapannya January mendatang udah pada pindah,” kata Ira saat ditemui kumparan pada saat acara Syukuran Tempat Pelelangan Ikan Kampung Ujung, Labuan Bajo, NTT, Jumat (30/11).
Dibangun di atas lahan seluas 4.768 meter persegi, TPI Labuan Bajo menyediakan 45 unit kios serta 136 lapak bagi pedagang yang menjual produk kering dan basah. Tak hanya menyediakan lahan untuk berjualan, gedung seluas 2.426 meter persegi itu juga dilengkapi dengan fasilitas parkir untuk 50 unit kendaraan, fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM), toilet, dan musala.

Lokasinya pun dibuat berdekatan dengan dermaga, sehingga akan memudahkan nelayan, warga setempat, maupun wisatawan yang akan berkunjung. Bukan cuma itu, dermaga TPI Labuan Bajo juga memiliki kapasitas untuk menampung hingga 680 unit kapal-kapal jetty berukuran rata-rata 7 GT (Gross Tone).
Berbeda dengan lapak lamanya yang hanya memiliki luas 4.200 meter persegi. Letaknya pun tidak jauh dari TPI lama. Masih berada di kawasan pusat kota, bangunan TPI Labuan Bajo yang baru hanya berjarak hanya satu kilometer dari gedung lamanya.
Didominasi dengan warna putih, TPI Labuan Bajo didesain dengan mode bangunan yang lebih modern. Nantinya, TPI akan dikembangkan oleh pemerintah setempat untuk dijadikan sebagai fresh market sekaligus atraksi wisata bagi para pengunjung Labuan Bajo. Sebab ke depannya, TPI Labuan Bajo juga akan dikembangkan menjadi venue untuk berbagai wisata kuliner, festival ikan, dan berbagai festival Labuan Bajo lainnya.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat, menambahkan agar masyarakat Manggarai Barat, terutama Labuan Bajo, dapat menjaga TPI baru dan memaksimalkan potensi yang ada. Ia berharap agar para pedagang yang menjadi ujung tombak TPI dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada dan saling menjaga kebersihan, baik diri maupun lingkungan aktivitas yang menjadi tempat mereka berjualan.
“Standar layanannya harus baru, warga harus dapat melayani pengunjung dengan baik. Nanti akan kita adakan pelatihan Bahasa Inggris, yang basic saja, supaya penjual dan pembeli saling mengerti. Untuk harga juga nantinya tidak akan ada tawar-menawar karena sudah ada harganya yang tertera," jelasnya.
Dia juga meminta masalah sampah juga harus diperhatikan, jangan dibuang ke laut. Pedagang juga harus mandi sebelum berjualan.

"Supaya nanti jangan bercampur bau ikan dengan bau ketiak,” guraunya.
Hadirnya TPI Labuan Bajo di gedung yang baru ini memberikan angin segar bagi para warga yang berdagang di kawasan TPI. Pasalnya, bukan cuma bisa memberikan prospek penjualan ikan yang lebih baik tapi juga mengurangi rasa khawatir akan hadirnya kapal-kapal wisatawan yang sandar di Labuan Bajo karena akan lebih mudah untuk diawasi oleh Pemda setempat.
