Kumparan Logo

Membandingkan Harga Langganan Internet BUMN, Siapa yang Paling Murah?

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sinyal internet Wi-Fi. Foto: rawpixel via Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sinyal internet Wi-Fi. Foto: rawpixel via Pixabay

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ramai-ramai merambah bisnis layanan internet. Melonjaknya pemakaian internet semenjak pandemi COVID-19 dilirik sebagai peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Bisnis satu ini kini tak cuma digeluti perusahaan pelat merah sektor telekomunikasi, BUMN setrum sampai pengelola infrastruktur jalan tol tak mau ketinggalan.

Lantas siapa yang menyediakan layanan lebih murah? Berikut tarif langganan internet BUMN:

Tarif Layanan Internet PLN

PLN mulai menggeluti bisnis internet lewat anak usahanya, PT Indonesia Comnets Plus (ICON+). Layanan yang baru diluncurkan awal Juni 2021 ini diberi nama ICONNET.

Tarif yang disiapkan pun beragam, mulai dari Rp 185 ribu per bulan untuk kecepatan 10 Mbps hingga Rp 427 ribu untuk menikmati kecepatan 100 Mbps. Dua tarif ini berlaku untuk wilayah Jabodetabek.

Sementara untuk daerah Jawa dan Bali, internet dengan kecepatan 10 Mbps dibanderol Rp 188 ribu per bulan dan Rp 563 ribu untuk kecepatan 100 Mbps. Selanjutnya, untuk Sumatera dan Kalimantan, PLN mematok harga Rp 193 ribu untuk 10 Mbps dan Rp 635 ribu untuk menikmati kecepatan 100 Mbps.

Terakhir untuk wilayah Indonesia Timur, tarif yang dipatok yakni masing-masing Rp 196 ribu dan Rp 679 ribu untuk kedua pilihan tersebut.

IndiHome Telkom

Telkom IndiHome menyediakan tiga kategori paket, yaitu 2P atau internet plus telepon penawaran khusus, 2P internet plus tv, serta 3P untuk internet plus tv dan telepon.

Paket 2P Digital Channel disiapkan dengan tawaran Rp 275 ribu untuk kecepatan internet 20 Mbps plus telepon 100 menit. Kemudian paket 30 Mbps dan telepon 100 menit Rp 315 ribu, paket 40 Mbps dan telepon 100 menit Rp 385 ribu, paket 50 Mbps plus telepon seharga Rp 445 ribu serta paket 100 Mbps dengan biaya langganan Rp 795 ribu per bulan.

Ilustrasi IndiHome. Foto: Dok. Telkom

Selanjutnya ada paket reguler IndiHome 2P ditawarkan dengan harga Rp 345 ribu untuk 20 Mbps dan TV kabel. Selanjutnya untuk kecepatan 50 Mbps Rp 560 ribu per bulan dan Rp 915 ribu untuk 100 Mbps.

Sementara untuk paket reguler IndiHome 3P, mulai dari Rp 375 ribu untuk paket internet 20 Mbps, tv kabel dan telepon 300 menit. Untuk 30 Mbps ditawarkan dengan biaya langganan Rp 450 ribu, kemudian Rp 525 ribu untuk 40 Mbps, Rp 590 ribu untuk kecepatan 50 Mbps dan Rp 945 ribu untuk 100 Mbps.

kumparan post embed

Jasa Marga

Untuk layanan infrastruktur internet yang akan dikerjakan Jasa Marga, hingga kini belum ada rincian harganya. Kendati begitu, Direktur Bisnis JMRB Imad Zaky Mubarak memberi sinyal harga layanan mereka bisa lebih rendah lantaran memanfaatkan infrastruktur jalan tol yang sudah ada.

"Target pelanggan dan rencana harga masih dalam tahap kajian detail. Karena infrastruktur jalannya sudah ada, maka biaya untuk investasi fiber optic cenderung lebih rendah dibandingkan jika melewati jalan umum," tuturnya.